10 Tips Mengajarkan Kemandirian pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menjadi pribadi yang sopan, santun, mandiri, baik kepada orang tua maupun teman sebaya, sabar, mengendalikan emosi, menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan merupaka perilaku yang bisa dibentuk pada seseorang sejak usia dini. Sesuai dengan tahap perkembangan psikososialnya (Patmonodewo, 2003). Pada dasarnya anak mampu mengerjakan perkerjaannya sendiri tanpa bergantung kepada orang lain dan bisa puas dengan apa yang telah dilakukannya sendiri. Mandiri bermakna sangat luas yang dapat diartikan suatu kemampuan pribadi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan diri, baik ringan atau berat.

Kemandirian anak usia dini adalah kemandirian yang mungkin bagi sebagian orang dewasa adalah kurang penting. Namun hal-hal yang sederhana tersebut merupakan cikal bakal bagi kemandirian lain yang penting bagi masa depan mereka kelak. Kemandirian anak usia dini lebih ditekankan pada kemampuan anak melayani dirinya sendiri. Seperti berdiri sendiri ketika jatuh, mengambil mainan sendiri, minum sendiri ataupun menghampiri ibu atau orang lain yang ingin diajaknya bicara.

Pengajaran kemandirian pada anak diarahkan untuk mengembangkan potensi hidup melalui kegiatan-kegiatan nyata dan dekat dengan kehidupan anak sehari hari. (Surya, 2003). Pada tahap pembentukan kemandirian pada seorang anak, dukungan orang tua sangat diperlukan. Diharapkan orang tua bisa mengambil langkah yang tepat dalam melatih dan mengajarkan  kemandirian pada anak, demi masa depannya kelak.

Berikut bebera tips yang harus dilakukan orang tua dalam mengajarkan kemandirian pada anak, antara lain;

  1. Jika anak sudah bisa menggunakan sendok untuk makan, maka biasakanlah walaupun belum sempurna. akan tetapi kemampuan ini sudah dapat membantu anak anda mandiri karena sudah menggunakan koordinasi tangan dan mata.
  2. Ajarkan anak Anda untuk menggunakan toilet, namun tetap dalam pengawasan Anda.
  3. Ajari anak untuk mencuci muka dan tangan sendiri. Ajarkan kepada mereka cara membuka dan menutup keran, membasuh muka, menggunakan sabun tangan hingga menggunakan gayung kecil.
  4. Latih anak Anda untuk melepas pakaian sendiri, menggunakan dan melepas sepatu.
  5. Perlihatkan kepentingan anak Anda seperti botol minum dan tas, sehingga dapat membantu menyimpan serta mengembalikannya di tempat semula.
  6. Berikan kebebasan pada anak anda untuk berjalan sendiri, melompat pendek, memegang atau berlari. Sehingga anak anda dapat mencobanya tanpa membahayakan tubuhnya.
  7. Berilah kebebasan anak Anda untuk berkreasi sesuai dengan kemampuannya dan arahkan sehingga bertanggung jawab.
  8. Latih anak Anda untuk bekerja sama dalam melakukan tugas rumah. Salah satunya membereskan mainan.
  9. Latih kemampuan anak Anda seperti mencorat coret kertas, ayunan sendiri, berteriak keras atau bersepeda.
  10. Tidak meremehkan kemampuan anak, tetapi juga tidak memujinya berlebihan.

Dalam melatih anak untuk mandiri, orang tua harus punya kesabaran yang tinggi. Contoh, karena ia belum dapat membawa makanan dan minuman panas sendiri, maka wajar saja bila ia melakukan beberapa kesalahan atau kekeliruan. Seharusnya, bila memang anak keliru melakukan sesuatu, katakan saja langkah-langkah apa yang harus ia lakukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here