4 Dampak Negatif Junk Food Bagi Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Junk food atau yang berarti makanan rendah gizi adalah istilah untuk makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Junk food dianggap berbahaya karena memilik kadar lemak dan garam yang sangat tinggi karena biasanya sudah digoreng atau dipanaskan berkali-kali. Contoh junk food ialah mie instan, hamburger, pizza, hot dog dan kentang goreng.

Makanan yang tergolong junk food saat ini digemari oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hal yang paling miris adalah ketika anak-anak terbiasa mengonsumsi junk food dibandingkan dengan makanan sehat lainnya. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Seperti yang telah kita ketahui bahwasanya anak-anak memerlukan nutrisi yang cukup untuk membantu dalam proses pertumbuhannya. Nutrisi yang diperlukan oleh anak-anak adalah yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Apabila kandungan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak hanya lemak dan karbohidrat yang ada di dalam junk food, tentunya anak mengalami kekurangan nutrisi dengan gizi yang seimbang. Berikut ini adalah dampak negatif pada anak-anak yang terlalu sering mengonsumsi junk food:

  1. Obesitas

Melihat anak yang memiliki tubuh gemuk saat ini bukan lagi menjadi kebanggaan bagi orang tua, pasalnya tubuh gemuk dapat mengindikasikan anak mengalami obesitas. Obesitas dapat disebabkan karena pola makan anak yang terlalu berlebihan serta sumber makanan yang kurang sehat (junk food). Kebiasaan anak yang gemar mengonsumsi makanan tidak sehat akan mendorong dia menuju ke jurang obesitas. Dimana obesitas merupakan cikal bakal banyak penyakit yan berbahaya bagi anak-anak.

  1. Kekurangan nutrisi

Lawan dari obesitas adalah kekurangan gizi atau nutrisi. Dampak negatif junk food berikutnya adalah makanan tersebut tidak mengandung vitamin, mineral, serat atau nutrisi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mengkonsumsi junk food terlalu sering akan menyebabkan tubuh kekurangan banyak nutrisi. Padahal nutrisi merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan sistem dalam tubuh. Akibatnya tubuh atau organ-organ tertentu akan mengalami gangguan kesehatan.

  1. Mengalami Gangguan Mental

Banyak pakar kesehatan yang menyebutkan dampak negatif dari konsumsi gula yang ada pada junk food secara berlebih pada anak. Berdasarkan penelitian, kadar gula dalam darah yang tinggi bisa mengakibatkan otak bekerja kurang fokus, kelebihan energi sehingga anak menjadi hiperaktif dan agresif. Gula paling banyak disumbang oleh minuman bersoda yang tersedia di paket-paket junk food. Bagian ini yang perlu dihindari. Tak hanya berdampak buruk di masa kecilnya, kelebihan gula darah ini juga memicu penyakit komplikasi pada saat anak telah tumbuh dewasa.

  1. Kerusakan struktur gigi

Anak-anak yang sedang mengaami proses pertumbuhan sangat memerlukan nutrisi yang baik. Akan tetapi, junk food yang dikonsumsi secara terus menerus akan merusak pertumbuhan anak, termasuk pertumbuhan gigi. anyak pakar kesehatan yang menyebutkan dampak negatif dari konsumsi gula berlebih pada anak. Ketika kita mengkonsumsi junk food yang notabene mengandung banyak karbohidrat dan gula, bakteria yang terdapat di dalam mulut akan memproduksi asam. Zat asam tersebut bersifat keras pada gigi. Kemudian zat asam tersebut akan merusak enamel gigi yang juga sebagai penyebab dari gigi berlubang. Sehingga gigi anak-anak menjadi rusak dan kurang sedap dipandang. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here