4 Faktor yang Menyebabkan Hamil Anak Kembar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mempunyai anak kembar sering kali mendapatkan banyak perhatian, karena ada dua orang yang memiliki wajah yang mirip dan tentunya keadaan ini membuat orang-orang di sekitar menjadi gemas. Ternyata di beberapa negara, fenomena kehamilan anak kembar memiliki perbandingan 1:60 kehamilan biasa. Jadi tidak menutup kemungkinan salah satu dari Anda bisa mengalami kehamilan anak kembar.

Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Dimana terdapat 2 jenis kehamilan kembar yakni kehamilan kembar monozigotik dan dizigotik. Kehamilan kembar monozigotik yakni hamil kembar karena berasal dari satu ovum yang sama, sehinga saat anak lahir akan memiliki rupa yang sangat mirip atau identik dan jenis kelamin yang sama. Sedangkan kehamilan kembar dizigotik yakni bisa berasal dari dua ovum yang dibuahi oleh dua sperma, sehingga besar kemungkinan saat anak lahir akan berbeda jenis kelamin dan rupanya.

Kehamilan anak kembar dapat diketahui melalui pemeriksaan dengan alat ultrasonografi (USG) atau pemeriksaan fisik biasa. Dengan USG, dapat dilihat secara langsung apa yang ada di dalam rahim ibu. Dengan pemeriksaan fisik langsung yang biasanya dilakukan oleh dokter atau bidan, biasanya akan teraba dua kepala, punggung dan pantat.

Bagi Anda yang menginginkan anak kembar, ternyata tidaklah mudah atau hanya mengandalkan dari perbandingn saja. Banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari segi finansial hingga kondisi mental Anda untuk menghadapi kelahiran anak kembar nanti. Karena memiliki anak kembar berarti nantinya Anda akan merawat dua atau lebih bayi di dalam rumah. Tentunya ada alasan atau faktor mengapa seorang ibu bisa hamil anak kembar.

Faktor-faktor yang menyebabkan kehamilan anak kembar yaitu :

  1. Keturunan

Faktor genetik menjadi faktor utama kemungkinan terjadinya hamil anak kembar. Faktor ini biasanya memungkinkan terjadi hamil anak kembar dengan jenis dizigotik. Seorang ibu yang memiliki kemampuan menghasilkan lebih dari satu ovum dalam satu periode, biasanya cenderung diturunkan kepada kaum perempuan. Jadi, silsilah dari ibu yang memiliki riwayat kembar dizigotik atau tidak identik memiliki kemungkinan yang besar terjadi kehamilan kembar pada generasi berikutnya.

  1. Usia

Wanita yang usianya telah mencapai 30 tahun memiliki kemampuan menghasilkan ovum lebih dari satu dalam satu periode. Hal ini dikarenakan kematangan yang telah dicapai pada usia tersebut. Kehamilan kembar banyak dialami oleh wanita usia 30 tahun ke atas. Namun tidak semua wanita bisa mengalaminya.

  1. Kesuburan

Pasangan yang subur biasanya memiliki banyak anak, apalagi jika wanita memiliki kesuburan yang tinggi. Tidak menutup kemungkinan akan mengalami kehamilan anak kembar. Jadi, wanita yang subur memiliki kesempatan untuk mempunyai anak kembar.

  1. IVF (In Vitro Fertilization)

Masyarakat umum mengenal prosedur IVF dengan sebutan bayi tabung. Metode ini digunakan kepada pasangan yang mengalami masalah dalam sistem reproduksi atau kurang subur. Metode bayi tabung menggunakan sel telur (ovum) dan sperma yang dibuahi di luar rahim, kemudian setelah proses pembuahan berhasil, hasil pembuahan (embrio) akan ditanamkan di dalam rahim ibu. Untuk menghindari kegagalan dalam metode ini, biasanya tidak hanya satu embrio yang ditanamkan dalam rahim. Sehingga tidak menutup kemungkinan, prosedur IVF dapat menghasilkan kehamilan anak kembar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here