5 Cara Berhubungan Intim Tanpa Mengganggu Anak Tidur

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi suami istri yang masih memiliki anak kecil, melakukan hubungan seksual menjadi aktivitas yang gampang-gampang susah. Pasalnya jika tidak hati-hati, justru hubungan intim tersebut bisa disaksikan olah anak yang terbangun dari tidurnya. Lantas bagaimana cara berhubungan intim tanpa mengganggu anak yang tertidur?

Tidak dipungkiri jika aktivitas seksual suami istri terasa kurang afdol tanpa diiringi desahan atau suara-suara berisik di atas ranjang. Namun persoalan akan muncul apabila dalam ranjang tersebut terdapat buah hati yang masih tidur bersama orangtua. Alhasil suami istri hanya memiliki dua pilihan, yakni melakukan hubungan seks tanpa suara atau tidak melakukan hubungan seks sama sekali.

Beberapa pasangan suami istri memang mengalami kesulitan akibat hubungan seksual terganggu oleh kehadiran anak, meski sedang tertidur. Anak yang bisa terbangun tiba-tiba, tentu saja sangat menggangu kualitas hubungan intim suami istri. Berbagai strategi harus dilakukan suami istri, guna menghadapi kondisi tersebut.

Suami istri perlu memilih waktu yang tepat ketika berhubungan seksual. Banyak pasangan yang lebih memilih berhubungan intim ketika anak sudah tertidur pulas. Namun itu saja tidak cukup, karena masih terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan suami istri agar hubungan seks tidak mengganggu anak yang tertidur.

Suami istri dapat membuat benteng selimut

Guna meredam berbagai suara yang bisa saja muncul, suami istri bisa masuk ke dalam selimut. Hal tersebut dikarenakan serat-serat selimut mampu sedikit meredam suara–suara yang muncul selama berhubungan intim. Meski demikian, bukan berarti suami istri bisa berteriak kencang. Pasalnya jika suara muncul dengan frekuensi yang sangat tinggi, tetap saja terdengar menembus luar selimut.

Suami istri bisa masuk ke kamar mandi

Guna meredam suara yang muncul saat berhubungan seksual, suami istri bisa juga masuk ke kamar mandi. Pasalnya suara air mampu memotong suara desahan yang mungkin saja muncul selama bercinta. Namun perlu juga diketahui bahwa air bisa membuat suara menjadi lebih rendah, sehingga terdengar keras ke seluruh ruangan. Alhasil suami istri juga harus mengatur frekuansi suara, selama di kamar mandi.

Suami istri bisa memutar lagu

Guna mencegah anak agar tidak terbangun karena mendengar suara aktivitas seksual, suami istri bisa memutarkan lagu. Suara musik juga bisa membuat anak lebih fokus pada tidurnya. Meskipun suatu ketika anak terbangun, dirinya sejenak akan fokus pada suara musik ketimbang suara dari aktivitas seksual yang muncul.

Suami istri bisa mengganti ranjang

Suami istri perlu mengganti ranjang, apabila sering menimbulkan rasa berisik ketika berhubungan intim. Solusinya bisa memilih alas yang memiliki kaki atau matras yang mempunyai memory foam. Tujuannya agar dapat meredam semua suara yang mungkin saja muncul selama berhubungan seksual.

Suami istri bisa memasang peralatan peredam suara

Suami istri dapat memanfaatkan benda yang terdapat di dalam rumah sebagai peredam. Misalnya saja styrofoam, selimut, atau bantal. Letakkan styrofoam di antara bagian lantai dan bawah pintu, kemudian letakkan selimut dan bantal di belakang pintu. Penghalang suara ini cukup efektif agar aktivitas bercinta suami istri lebih nyaman. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY