5 Faktor Penyebab Anak Terlambat Bicara

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anak di usia 1,5 tahun umumnya sudah dapat berkomunikasi, dengan menyebutkan beberapa kata. Umumnya kata-kata yang biasanya diucapkan antara lain “papa”, “mama”, “papa”, “itu”, “ini”, “tidak”, hingga “apa”. Namun terkadang ditemui, seorang anak mengalami keterlambatan dalam berbicara meski usianya sudah di atas 2 tahun. Lantas apa faktor penyebab anak bisa mengalami keterlambatan dalam berbicara?

Seorang anak dapat digolongkan mengalami keterlambatan berbicara apabila berusia di atas 2 tahun, namun belum bisa berbicara lancar atau hanya dapat menyebutkan beberapa potongan kata. Masalah keterlambatan dalam berbicara, rupanya lebih sering dialami anak laki-laki dari pada perempuan.

Anak yang mengalami kesulitan berbicara, sebenarnya masih mempunyai sosial-emosional yang normal. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kondisi keterlambatan anak dalam berbicara. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini faktor penyebab anak terlambat dalam berbicara.

Anak mengalami gangguan dalam pendengaran

Anak apabila mengalami gangguan dalam pendengaran, secara tidak langsung bisa mempengaruhi komunikasi. Anak jadi mengalami kesulitan dalam memahami, meniru, atau menggunakan bahasa. Masalah pada pendengaran anak umumnya diakibatkan karena infeksi pada telinga.

Anak mengalami gangguan pada perkembangan otak

Anak yang mengalami gangguan di wilayah oral-motor pada otak bisa menyebabkan ketidakseimbangan  antara hubungan di otak yang memiliki fungsi untuk menghasilkan bicara. Alhasil situasi tersebut bisa mengakibatkan anak kesulitan dalam menggunakan lidah, bibir, serta rahang guna menciptakan bunyi.

Anak mengalami masalah keturunan

Keterlambatan anak dalam berbicara juga dapat disebabkan dari faktor keturunan. Meskipun belum ada kajian ilmiah mendalam mengenai hal ini, namun kasus-kasus di masyarakat telah membuktikan hal tersebut. Umumnya anak yang terlambat dalam berbicara, lahir dari keluarga yang memiliki riwayat gangguan yang sama.

Anak mengalami minimnya interaksi dan komunikasi

Komunikasi dan interaksi di dalam keluarga dapat menstimulasi anak untuk menambah perbendaharaan kata. Hanya saja beberapa orangtua tidak memahami bila cara berkomunikasi akan mempengaruhi perkembangan anak. Orangtua harus lebih intens melakukan komunikasi dengan anak, agar tercipta sebuah interaksi yang optimal.

Anak mendapatkan dampak negatif dari alat telekomunikasi

Alat telekomunikasi seperti televisi, handphone, tablet, atau laptop rupanya dapat memberikan dampak negatif pada anak. Misalnya saja anak yang gemar menonton televisi atau bermain handphone, kecenderungannya akan menjadi pendengar yang pasif. Selain itu anak lebih senang menerima informasi, tanpa memproses informasi tersebut.

Melihat internet di HP atau menonton televisi juga dapat menyebabkan anak traumatis. Hal tersebut karena anak menyaksikan adegan yang berisi kekerasan, perkelahian, hingga seksual. Alhasil jika orangtua menyadari munculnya tanda-tanda keterlambatan bicara pada anak, alangkah baiknya untuk segera berkonsultasi ke ahli medis agar mendapatkan jalan keluar yang efektif. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here