6 Cara Menyapih Anak dengan Efektif dan Aman

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menyapih (weaning) berasal dari kata “wean” yang berarti bagian dari sebuah hubungan, bukan melepaskan diri dari suatu hubungan. Proses menyapih anak terjadi ketika anak menerima asupan lain selain menyusu pada ibunya. Jadi dapat disimpulkan bahwa menyapih merupakan proses mengganti ASI dengan asupan lain. Biasanya ibu akan menyapih anaknya jika usia anak sudah mencapai umur minimal 2 tahun.

Namun, proses menyapih yang dijalani oleh seorang ibu pada umumnya tak jarang membuat sang anak trauma atau tidak aman. Kebanyakan masih menggunakan metode-metode lama dimana kurang efektif dan menganggu kedekatan ibu dan anak.

Untuk menyapih anak sebenarnya ada cara yang lebih efektif dan aman. Yang dimaksud efektif yaitu cara yang digunakan oleh ibu dapat mencapai tujuan yaitu berhasil menyapih anak, sedangkan aman berarti tidak akan memberikan efek negatif atau dengan kata lain akan tetap menguntungkan bagi kedekatan ibu dan anak.

Oleh karena itu, berikut beberapa tips menyapih anak dengan efektif dan aman yang dapat anda lakukan :

  1. Lakukan pada waktu yang tepat

Waktu yang tepat untuk menyapih adalah ketika anda dan anak merasa sama-sama siap, baik fisik maupun mental. Tidak harus menyapih anak secara terburu-buru karena anak sudah berusia 2 tahun maka harus segera di sapih. Sebenarnya tidak harus umur 2 tahun segera disapih karena menurut WHO dan UNICEF tidak ada batasan kapan anak harus disapih. Yang terpenting adalah proses menyapih tidak merugikan pihak ibu atau anak.

  1. Menyapih ketika anak sehat

Jangan pernah menggunakan metode menyapih ketika tubuh anak dalam kondisi yang tidak sehat, karena akan ada kemungkinan proses penyapihan tersebut membuat keadaan anak menjadi lebih buruk.

  1. Kurangi frekuensi menyusui

Saat mulai menyapih, sebaiknya anda memulai untuk tidak menawarkan ASI kepada anak. Namun juga tidak menolak saat anak minta untuk menyusu. Mungkin anda bisa menggunakan cara dengan mengurangi frekuensi menyusui anak, caranya kurangi frekuensi menyusui di siang hari secara bertahap kemudian lama-kelamaan berlanjut ke malam hari.

  1. Ajarkan anak makan secukupnya

Mulailah mengajari anak untuk makan secukupnya dan minum air putih, jus atau susu sapi segar ( namun, ibu harus hati-hati apakah anak ada alergi dengan susu sapi, dan tidak diberikan saat mendekati waktu makan). Saat memberikan makanan usahakan untuk memberikan makanan lebih dahulu kemudian disusul dengan pemberian ASI.

  1. Alihkan perhatian anak

Anda juga bisa meminta bantuan suami untuk mengalihkan perhatian anak, seperti di ajak bermain atau sekedar jalan-jalan keluar rumah. Dengan cara ini juga bisa menjadi quality time bagi ayah dan anak.

  1. Berikan perhatian

Meski anak sudah bisa disapih tetap berikan perhatian dan cinta untuknya. Seperti membacakan buku, mengusap kepalanya, atau menyanyi dan menari. Sehingga anak akan merasa ibunya tetap akan bersama si anak walaupun sudah disapih. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here