6 Hal yang Bisa Menyebabkan Kondom Bocor

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kondom bocor ketika melakukan hubungan seksual? Hal tersebut mungkin saja terjadi, apabila kondom yang dipakai lebih besar atau justru lebih kecil dari ukuran alat vital pria. Kondom apabila disimpan di tepat yang kurang tepat dan sudah melewati tanggal kadaluarsanya, juga bisa menjadi penyebab timbulnya kebocoran.

Membahas kebocoran kondom pada pasangan perlu dilakukan, khususnya terkait penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS) dan virus HIV. Bagi seseorang yang hendak memakai kondom, ada baiknya untuk memeriksa kembali secara teliti tanggal kadaluarsa yang tertera dalam kemasan produk tersebut.

Seseorang juga jangan sekali-kali mencoba memasangnya dengan bantuan mulut, karena hal tersebut sangat beresiko untuk merusak elastisitas kondom. Secara lebih lengkap, berikut ini ada enam hal yang bisa menyebabkan kebocoran pada kondom.

  1. Kondom telah melewati masa kadaluwarsa. Ketika seseorang membeli sebuah barang di toko, pasti akan melihat tanggal kadaluarsanya tersebih dahulu. Demikian pula ketika seseorang membeli kondom, perlu mengecek kembali tanggal kadaluarsanya agar kualitas tetap terjaga.
  2. Kondom disimpan pada tempat yang kurang tepat. Menyimpan kondom sembarangan menjadi salah satu penyebab timbulnya kerusakan. Alhasil guna menjaga kualitas, kondom perlu disimpan di tempat yang jauh dari panas.
  3. Kondom kurang mendapatkan cairan lubrikasinya. Kurangnya lubrikasi dapat membuat kondom tidak licin, sehingga menimbulkan rasa sakit di bagian intim wanita. Situasi ini juga bisa menyebabkan kondom menjadi sobek, ketika terus mengalami gesekan.
  4. Kondom mendapatkan carian lubrikasi yang salah. Tidak semua cairan lubrikasi cocok digunakan pada kondom. Alhasil seseorang perlu memastikan produk lubrikasi harus sesuai dengan bahan material kondom.
  5. Kondom memiliki ukuran yang kurang pas dengan alat vital. Seseorang perlu memastikan ukuran kondom yang pas dengan alat kelaminnya. Jangan sampai membeli ukuran yang lebih besar atau bahkan lebih kecil.
  6. Kondom berhadapan dengan otot Miss V yang sempit. Tidak dipungkiri jika sebagian wanita memiliki otot vagina yang kencang. Kondisi ini tentu saja dapat mengancam kerja alat kontrasepsi, sehingga menjadi robek ketika mengalami gesekan saat penetrasi.

Lantas bagaimana jika kondom sudah terlanjur bocor? Hal pertama yang perlu dilakukan pria adalah mengingat kembali kapan kondom tersebut bocor. Apabila kebocoran kondom terjadi sebelum ejakulasi, mungkin hal itu tidak terlalu bermasalah. Namun situasi akan berbeda apabila kondom itu bocor ketika tengah terjadi ejakulasi.

Jika kondom bocor ketika tengah terjadi ejakulasi, maka Mr P harus sesegera mungkin dikeluarkan dari vagina. Hal tersebut dilakukan guna menghindari berbagai resiko yang bisa terjadi. Mengingat begitu besarnya dampak yang dapat muncul apabila kondom mengalami kebocoran, kejadian semacam harus menjadi pelajaran bagi setiap pasangan supaya tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here