6 Macam Pola Asuh Orangtua Kepada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pola asuh orang tua adalah cara yang dilakukan orangtua dalam mendidik anaknya baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada anak. Ada 6 macam tipe pola asuh orangtua kepada anaknya, berikut akan dipaparkan satu per satu.

  1. Pola Asuh Demokratis atau Otoritatif

Pola asuh yang pertama adalah pola asuh secara demokratis, dimana pola asuh ini memprioritaskan kepentingan anak, namun tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran yang logis. Mereka bersifat realistis tidak memaksa terhadap kemampuan anak serta tidak berharap melebihi batas kemampuan sang anak. Pola asuh demokratis juga memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam hal memilih dan melakukan suatu tindakan, pendekatan kepada anak bersifat hangat dan komunikasi terjalin sangat baik antara orangtua dan anak.

  1. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter adalah kebalikan dari pola asuh demokratis/otoritatif, yaitu cenderung menetapkan standar mutlak yang harus dituruti. Biasanya diikuti dengan ancaman-ancaman jika sang anak tidak melakukan apa yang orangtua minta. Orang tua dengan pola asuh seperti ini juga cenderung memaksa, memerintah dan menghukum apabila sang anak tidak mau melakukan apa yang di inginkan oleh orang tua. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi, dan dalam berkomunikasi biasanya bersifat satu arah.

  1. Pola Asuh Permisif

Pola asuh permisif atau pemanja biasanya memberikan pengawasan yang sangat longgar, memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Orangtua dengan pola asuh seperti ini mempercayakan segalanya pada anak. Tidak terlalu mengekang anak atas aturan-aturannya. Orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat sehingga seringkali disukai oleh anak.

  1. Pola Asuh Penelantar

Pola asuh ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya, waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka seperti bekerja. Dan kadangkala mereka terlalu menghemat biaya untuk anak-anak mereka. Seorang ibu yang depresi adalah termasuk dalam kategori ini, mereka cenderung menelantarkan anak-anak mereka secara fisik dan psikis. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mau memberikan perhatian fisik dan psikis pada anak-anaknya.

  1. Pola Asuh Temporizer

Temporizer ini merupakan pola asuh yang tidak konsisten. Pola asuh dimana orang tua tidak memiliki pendirian. Contoh dari pola asuh ini seperti, anak yang diberikan batas waktu pulang malam sekitar jam 10. di satu sisi, terkadang orang tua tidak memarahi anaknya, jika anaknya pulang lebih lama dari waktu tersebut, namun terkadang juga orang tua marah besar kepada anaknya jika lewat pada waktunya. Hal ini akan membuat anak bingung dalam mempercayai apa hal yang sebenarnya boleh dan tidak.

  1. Pola Asuh Appeasers

Appeasers ini merupakan pola asuh dari orang tua yang sangat khawatir akan anaknya, takut jika anaknya menjadi seseorang yang tidak baik. Biasanya orangtua dengan pola asuh seperti ini bersikap overprotective. Apa yang ingin anak lakukan selalu dilarang jika menurut orangtua hal itu tidaklah baik. Sebagai contoh, orang tua memarahi anaknya jika bergaul dengan anak tetangga yang sering bolos sekolah karena takut anaknya terpengaruh menjadi tidak benar. Orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk pergi camping, karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ini membuat anak menjadi tidak bebas dan merasa terkekang. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here