6 Pengobatan yang Membantu Mengatasi Keracunan Makanan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak kasus keracunan makanan yang perlu untuk diberikan penanganan yang lebih sehingga terkadang dibawa ke layanan kesehatan terpadu seperti rumah sakit. Tetapi ada juga gejala keracunan ringan yang tidak diperlukan pengobatan khusus sehingga dapat diatasi sendiri. Beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan anda dalam mengatasi keracunan makanan yaitu:

  1. Menggantikan cairan tubuh yang hilang

Keracunan makanan umumnya menimbulkan gejala seperti muntah dan diare sehingga tubuh mengeluarkan banyak cairan atau dehidrasi. Tubuh akan secara alami membuang racun dalam tubuh dengan memuntahkannya kembali, membuangnya melalui feses ataupun urine. Pastikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan menggunakan cairan elektrolit yang tepat. Tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan yaitu memberikan larutan elektrolit dengan oralit yaitu larutan air gula dan garam. Anda dapat membuatnya sendiri atau dengan membeli oralit di apotek.

  1. Berikan cairan yang cukup

Untuk mengatasi dehidrasi dapat diatasi dengan oralit dan juga pemenuhan cairan yang cukup. Orang dewasa minimal 3 liter perhari yang berfungsi membantu dalam mengatasi kebutuhan cairan tubuh. Hindari minuman seperti kopi, alkohol, minuman soda dan cairan lain yang dapat menyebabkan tubuh lebih dehidrasi.

  1. Batasi makanan padat

Mengatasi muntah dan mual tidaklah mudah karena gejala ini akan menghambat proses pencernaan. Untuk mengatasinya anda dapat memberikan makanan yang halus, tidak pedas dan rendah lemak agar mudah dicerna oleh lambung seperti bubur, roti, kentang atau sereal dengan kadar gula yang rendah. Hal ini mencegah penderita agar tidak terjadi muntah dan diare yang berlebih. Pastikan memberikan makanan yang bersih dan pengolahan makanan dengan benar. Boleh memberikan buah tetapi dianjurkan untuk mengkonsumsi buah yang matang seperti pisang, melon, alpukat dan pepaya.

  1. Memberikan obat

Dalam membantu mengatasi gejala-gejala dan dampak diare pemberian obat-obatan sangat diperlukan untuk  mengurangi gejala agar tidak semakin parah. Pemberian obat antiemetik atau anti muntah dapat mengurangi frekuensi muntah. Selain itu dapat juga diberikan obat diare agar mengurangi frekuensi dan keinginan buang air besar. Tentunya obat tersebut harus sesuai dengan resep dokter agar aman untuk dikonsumsi.

  1. Istirahat cukup

Dalam proses pemulihan tubuh dari serangan penyakit memang sangat diperlukan. Rasa lemas dan lesu umumnya menyertai gejala keracunan makanan sehingga istirahat membantu memulihkan tubuh lebih cepat.

  1. Rujuk ke rumah sakit

Jika beberapa tindakan diatas sudah anda berikan tetapi gejala-gejala lebih parah, tidak berkurang dan tidak kunjung sembuh. Anda dapat segera membawa ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan secara intensif. Beberapa tanda jika keracunan makan yang perlu bantuan medis yaitu jika dalam 3 hari gejala masih sama dan tidak berkurang dan kondisi tubuh rentan terhadap komplikasi yang lebih serius.

Beberapa pemeriksaan dan diagnosis dari dokter akan membantu untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga lebih aman. Pemberian perawatan infus untuk menanggulangi dehidrasi, pemberian obat-obatan seperti antibiotik, obat antibiotik, obat diare dan penurun demam dapat diberikan sesuai dengan dosis dan dibawah pengawasan dokter. Selain itu jika gejala yang ditimbulkan mengarah pada penyakit boutulisme maka dapat segera dirawat di rumah sakit karena beberapa gejala yang ditimbulkan menyebabkan kegagalan pernapasan.

6 langkah pengobatan diatas dapat anda lakukan kepada orang yang terdiagnosis keracunan makanan, penanganan yang cepat dan tepat yang anda lakukan dapat membantu mengurangi resiko penyakit dan komplikasi yang lebih parah. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here