7 Komplikasi Impetigo dan Cara Mengenal Diagnosisnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Impetigo merupakan penyakit infeksi pada kulit dan lebih sering dijumpai oleh anak-anak daripada orang dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, dapat terjadi dimana saja pada tubuh. Ditandai dengan bercak luka terbuka pada kulit dan menimbulkan kerak berwarna kuning atau cokelat. Kontak langsung dengan penderita impetigo perlu dihindari karena impetigo termasuk penyakit yang menular. Impetigo sendiri memiliki 2 jenis yaitu impetigo krustosa dan impetigo bullous.

Impetigo krustosa hanya ada pada anak-anak, sering muncul pada muka yaitu sekitar mulut dan hidung. Jenis ini berawal dari luka warna merah pada wajah anak. Luka ini cepat pecah, berair dan bernanah. Impetigo bullous menyerang pada bayi dan anak dibawah usia 2 tahun. Namun ada pendapat lain yang menyatakan terdapat pada anak dan juga orang dewasa. Jenis ini paling sering muncul dikeriak, dada, lengan, kaki, dan punggung. Impetigo ini meski tak terasa sakit, namun menyebabkan kulit melepuh berisi cairan.

Apa diagnosis untuk impetigo?

Diagnosa impetigo biasanya diketahui hanya dengan dokter melihat tanda-tanda pada kulit yang terinfeksi. Apabila gejala impetigo terus memburuk biasanya dilakukan tes laboratorium untuk mengidentifikasi bakteri, dokter akan mengambil sepotong kecil dari sakit kulit tersebut untuk dikirim ke laboratorium. Pemeriksaan urin juga dapat dilakukan jika dicurigai ada diagnosa lain seperti herpes, selain itu dilakukan jika dicurigai adanya infeksi disaluran kemih dan ginjal.

Apa saja komplikasi impetigo?

Impetigo sebenarnya bukanlah penyakit berbahaya. Namun infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius meskipun jarang terjadi. Perlu anda ketahui bahwa impetigo dapat sembuh tanpa penyulit dalam waktu 2 minggu walau tanpa pengobatan. Komplikasi impetigo meliputi:

  1. Radang ginjal pasca infeksi streptococcus terjadi pada 1-5% pasien terutama usia 2-6 tahun dan hal ini tidak dipengaruhi oleh pengobatan antibiotik. Keadaan ini biasanya sembuh secara spontan walau muncul gejala berupa bengkak dan tekanan darah naik, terdapat warna teh pada sepertiga urin.
  2. Demam scarlet merupakan penyakit bakteri yang berkembang pada orang yang memiliki radang tenggorokan. Ditandai dengan munculnya ruam merah terang dan menutupi sebagian besar kulit tubuh, disertai dengan demam tinggi dan sakit tenggorokan.
  3. Selulitis, adalah inflamasi akut dari jaringan yang terinfeksi dan ditandai oleh hangat, bengkak, eritemia, dan nyeri tekan. Seperti pada infeksi, demam juga dapat dijumpai.
  4. Septikemia, infeksi bakteri didalam darah. Septikemia merupakan keadaan gawat dan harus ditangani secara cepat dan tepat untuk menghindari kefatalan.
  5. Penyakit ektima, terjadi saat infeksi menyebar jauh ke dalam lapisan kulit dan meninggalkan bekas luka yang permanen.
  6. Psoriasis gutata, sering muncul setelah terjadi infeksi pada kulit. Biasanya penyakit ini dicetuskan oleh infeksi bakteri, selain itu peran genetik dan peran autoimun juga sangat berpengaruh.
  7. Staphylococcal Scalded Skin Syndrome, infeksi pada kulit yang membuat kulit terlihat melepuh seperti tersiram air panas, kemerahan, dan seperti terbakar. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here