7 Mitos Seputar Menstruasi atau Datang Bulan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menstruasi atau hadi merupakan siklus periodik bulanan yang dialami wanita yang telah memasuki fase pubertas. Menstruasi dipengaruhi oleh kerja hormon seksual wanita, yakni keluarnya lendir keputihan beserta darah dari lubang vagina. Lantas mitos-mitos apa saja yang berkembang di masyarakat terkait menstruasi?

Mitos jika minum air dingin dapat memperlambat menstruasi

Berkembang mitos di masyarakat jika mengonsumsi minuman dingin akan memperlambat menstruasi. Apakah mitos ini benar? Tidaklah benar anggapan tersebut, karena minuman dingin tidak memiliki pengaruh terhadap siklus haid. Hal itu diakibatkan siklus haid dipengaruhi oleh hormon progesterone dan estrogen.

Mitos tidak boleh keramas ketika menstruasi

Tujuan keramas adalah untuk menjaga kebersihan kepala dan rambut. Apa yang terjadi jika rambut wanita tidak keramas selama menstruasi? Tentu saja akan sangat lepek dan kotor. Padahal ketika menstruasi wanita harus lebih ekstra menjaga kesehatan tubuh, tidak terkecuali rambut. Mencuci rambut ketika menstruasi justru bisa membuat wanita lebih percaya diri.

Mitos ingin mempercepat menstruasi dengan meminum soda

Hingga kini belum ada kajian ilmiah terkait hubungan minuman bersoda dengan menstruasi. Namun tidak dipungkiri jika minuman bersoda dapat menyebabkan seseorang merasa lebih fit dan segar. Disarankan bagi wanita untuk tidak mengkonsumsi minuman soda secara rutin, karena dalam jangka panjang bisa mempengaruhi keseimbangan nutrisi tubuh.

Mitos berhubungan intim ketika menstruasi tidak akan hamil

Tidak dipungkiri jika sangat kecil peluang untuk hamil ketika berhubungan intim saat wanita mengalami menstruasi. Namun demikian bukan berarti wanita tidak bisa hamil. Pasalnya meski sedang menstruasi, sperma tetap bisa masuk ke dalam vagina dan berenang menuju sel telur.

Mitos pembalut bisa mengakibatkan kemandulan apabila dipakai ketika menstruasi

Ketika menstruasi kelembaban pada daerah intim akan mengalami peningkatan. Hal tersebut akibat cairan yang berupa darah dan lendir keputihan keluar dari lubang vagina. Kondisi ini tentu bisa mengakibatkan munculnya infeksi kuman.

Alhasil diperlukan pembalut yang mampu menampung darah dan lendir yang keluar, sehingga tidak berdampak negatif pada kulit di sekitar organ intim. Wanita bisa memilih pembalut yang dianggap nyaman ketika dipakai. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi iritasi ketika menggunakannya, namun jangan lupa untuk mengganti pembalut jika dirasa sudah lembab.

Mitos jika menstruasi selalu terasa nyeri di perut, itu tanda menderita kista

Rasa nyeri di perut bawah ketika mengalami menstruas imerupakan kondisi yang normal terjadi. Umumnya rasa nyeri muncul tidak lebih dari tiga hari, kemudian nyeri akan mengalami pengurangan seiring banyaknya darah yang keluar. Jadi tidak selamanya benar jika rasa nyeri saat menstruasi sebagai tanda bahwa wanita tersebut pasti menderita kista.

Mitos tidak boleh berenang saat menstruasi karena bisa menyebabkan kemandulan

Sebenarnya tidak ada larangan medis terkait hubungan berenang ketika menstruasi dengan kemandulan. Meski itu hanya sekedar mitos, namun ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali kenyamanan tubuh untuk melakukan renang ketika menstruasi. Jangan sampai darah yang keluar mengotori kolam renang, karena bisa menjadi pusat perhatian banyak orang. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here