7 Penyebabnya Remaja Telat Puber

www.sehatfresh.com

SehatFresh.comAdolescent atau remaja merupakan periode kritis peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik, hormonal dan psikososial. Pubertas adalah kondisi dimana anak telah mencapai kedewasaan secara biologis ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi.

Sebagian besar anak mengawali masa pubertas untuk perempuan pada umur 8-13 tahun yang ditandai dengan menstruasi pertama atau menarche dan laki-laki pada umur 9-14 tahun ditandai dengan mimpi basah. Ciri-ciri perubahan seks sekunder pada perempuan yaitu payudara dan pinggul membesar, munculnya bulu halus pada kemaluan sedangkan pada laki-laki tumbuhnya kumis dan jenggot serta perubahan suara dan tubuh lebih berotot.

Seorang anak dikatakan mengalami delay puberty atau pubertas yang terlambat jika belum menunjukkan perkembangan payudara pada usia 13 atau belum menunjukkan mengalami menstruasi awal menjelang usia 16 tahun untuk anak perempuan. Sedangkan pada laki-laki belum mengalami pembesaran pada alat kelamin menjelang usia 14 tahun. Beberapa penyebab remaja telat puber yaitu:

  1. Pengaruh genetik dalam keluarga salah satunya kelainan kromosom. Sindrom turner atau Klinefelter adalah gangguan genetik yang mengganggu produksi hormon seks akibat hilangnya salah satu kromosom, dimana penderita tidak memiliki cukup kromosom X untuk memaksimalkan kinerja kelenjar kelamin.
  2. Faktor gizi yang kurang. Faktor gizi ternyata berpengaruh dalam keterlambatan pubertas. Asupan nutrisi yang kurang mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan. Pada remaja faktor diet dan Anoreksia Nevorsa atau sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan dan rasa takut terhadap peningkatan berat badan sering kali menjadi penyebab keterlambatan pubertas hingga tidak mengalami menstruasi.
  3. Gangguan testis pada laki-laki. Gangguan testis dikaitkan dengan cedera, infeksi seperti gondongan dan testicular torsion atau kondisi untaian serat dan jaringan seperti tali terpelintir akibat perputaran testis sehingga mengakibatkan suplai darah menuju skrotum/kantung zakar terhambat.
  4. Faktor penyakit seperti penyakit diabetes mellitus, gangguan ginjal, asma hingga anemia menjadi masalah yang dapat menunda dan mencegah perkembangan seksual.
  5. Pengobatan radiasi pada penderita kanker seperti radioterapi, kemoterapi, irradiasi, bedah, terapi glukokortiroid atau golongan hormon steroid yang berpengaruh dalam metabolisme nutrisi menjadi penyebab perkembangan yang telambat pada remaja.
  6. Gangguan produksi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang normal. Jika tubuh tidak terpenuhi akan kebutuhan kelenjar tiroid disebut dengan hipotiroidisme. Kondisi ini membuat tubuh tidak melakukan metabolisme dengan baik.
  7. Gangguan autoimun dan tumor yang merusak kelenjar pituitari atau hipotalamus yang berfungsi dalam menghubungkan sistem saraf dengan sistem endokrin melalui kelenjar

Pubertas yang terlambat pada remaja dapat menimbulkan masalah biologis, psikologis dan sosial. Untuk remaja yang mengalami keterlambatan pubertas bisa melakukan konseling oleh dokter spesialis kesehatan untuk mendapatkan solusi berupa therapi sesuai dengan anjuran dokter. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here