8 Faktor Penyebab Keguguran

Kekhawatiran wanita hamil dalam usia kandungan trimester pertama adalah keguguran. Dimana  banyak  orang berpendapat kalau penyebab keguguran adalah kecapaian, terlalu sering naik kendaraan, sampai aktivitas hubungan seksual. Bagaimana pendapat dokter kandungan?

Menurut Dr. Prima Progestian, SpOG, Keguguran diartikan sebagai keluarnya janin atau persalinan prematur sebelum bayi mampu untuk hidup sebelum usia kehamilan 20 minggu. Sekitar 10 sampai 20% kehamilan mengalami keguguran, dan lebih dari 80% terjadi sebelum usia kandungan 12 minggu. Dalam 20 minggu awal, kehamilan rentan mengalami keguguran. Di atas usia 20 minggu, biasanya janin sudah menempel lebih kuat pada rahim, namun kandungan tetap perlu dijaga dengan baik.

Resiko keguguran pada setiap wanita hamil mencapai sekitar 21%, dan resiko semakin kecil saat usia kehamilan telah memasuki trisemester dua dan tiga. Wanita yang pernah mengalami keguguran sangat mungkin untuk mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya. Keguguran biasanya dipengaruhi oleh kesehatan ibu hamil dan kondisi janin di dalam kandungan dan sangat rentan terjadi pada periode hamil muda dibawah usia kehamilan 22 minggu, namun resikonya semakin mengecil setelah melewati periode tersebut.

Dr prima juga menjelaskan keguguran disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

1.      Kelainan kromosom dan hormon

Keguguran dapat disebabkan masalah langsung pada janin, seperti dipicu oleh adanya kelainan kromosom. Sekitar 60-70%, keguguran terjadi karena kromosom sperma tidak sesuai dengan kromosom telur sehingga janin tidak berkembang normal. Keguguran adalah cara tubuh untuk mengakhiri kehamilan yang tidak sempurna tersebut. Kelainan hormon karena tingginya kadar hormon prolaktin atau kadar hormon progesteron yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan keguguran.

2.      Kondisi medis tertentu

Miom, tumor, gangguan tiroid, diabetes, hipertensi, anemia saat hamil, TBC, cacar, malaria, dan penyakit jantung adalah beberapa gangguan kesehatan pada ibu hamil yang meningkatkan resiko terjadinya keguguran.

3.      Faktor usia

Kehamilan di usia muda maupun di usia lanjut meningkatkan resiko keguguran. Kisaran usia ideal untuk hamil adalah di usia 20 hingga 30 tahun. Wanita yang hamil saat berusia lebih dari 30 tahun memiliki resiko keguguran besar daripada wanita yang hamil saat usia suburnya (minimal 21 tahun).

4.      Jarak kehamilan yang terlalu dekat

Menurut para ahli, jarak kehamilan yang terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Idealnya, kehamilan kedua atau selanjutnya terjadi di atas dua tahun setelah persalinan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pada masa kurang dari 2 tahun, kondisi rahim masih belum pulih dengan baik sehingga resiko keguguran menjadi cukup besar.

5.      Infeksi bakteri dan virus tertentu

Virus dan bakteri seperti terkena virus TORCH, HIV dan Hepatitis yang menyerang rahim dan lapisan rahim dapat memicu terjadinya keguguran.

6.      Gaya hidup yang buruk

Wanita perokok dan pecandu alkohol memiliki resiko keguguran yang jauh lebih besar. Tingkat resikonya mencapai 2 kali lipat lebih tinggi dibanding wanita yang tidak melakukan gaya hidup kurang sehat tersebut.

7.       Makanan

Selama proses kehamilan, ibu hamil harus memperhatikan asupan gizinya. Janin yang tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup tidak dapat berkembang dengan baik, sehingga beresiko lahir dengan ukuran dan berat di bawah normal atau bahkan keguguran. Pola makan yang salah seperti sering mengkosumsi daging mentah atau setengah matang dapat memicu masuknya bakteri jahat seperti salmonella yang membahayakan kesehatan janin.

8.    Terpapar radiasi atau racun

Terpapar radiasi atau substansi beracun dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko keguguran. Selama kehamilan, Anda perlu menghindari paparan berbagai zat yang bisa membahayakan janin seperti arsenik, timah, formaldehida, benzen dan etilen oksida.

*pic malutpost.co.id 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here