9 Faktor Resiko Stroke

Stroke sampai saat ini menjadi penyakit yang cukup ditakuti karena bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Serangan stroke seringkali muncul secara tiba-tiba. Mungkin Anda pernah mendapati atau melihat seseorang saat pagi masih nampak sehat bugar, tiba-tiba sore atau malam harinya terserang stroke. Siapa saja dapat terkena stroke. Namun, ada perilaku atau gaya hidup serta kondisi medis tertentu yang membuat seseorang lebih berisiko terkena stroke. Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya stroke pada seseorang:

  1. Usia

Usia merupakan faktor utama risiko stroke. Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko orang tersebut terkena stroke. Risiko stroke meningkat hampir dua kali lipat pada seseorang yang berusia diatas 55 tahun.

  1. Jenis kelamin

Pria lebih breisiko terkena stroke dibanding wanita. Namun, tidak menutup kemungkinan para wanita juga bisa terkena stroke.

  1. Riwayat keluarga

Risiko stroke meningkat jika ada riwayat dalam keluarga seperti saudara, kakek nenek atau orangtua yang memiliki hubungan darah yang pernah mengalami stroke.

  1. Hipertensi

Meningkatnya tekanan darah melebihi batas normal merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Hipertensi erat kaitannya dengan kasus stroke iskemik maupun stroke perdarahan. Hampir 40% kejadian stroke disebabkan oleh tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg.

  1. Merokok

Merokok meningkatkan risiko terkena stroke 4 kali lipat. Merokok menyebabkan penyempitan dan pengerasan arteri di seluruh tubuh (termasuk yang ada di otak, jantung dan tungkai), Hal ini berlaku bagi semua jenis rokok dan untuk semua tipe stroke. Merokok mendorong terjadinya aterosklerosis, mengurangi aliran darah dan menyebabkan darah menjadi mudah menggumpal.

  1. Obesitas

Orang yang kelebihan berat badan umumnya memiliki kandungan lemak yang lebih banyak. Hal tersebut membuat kerja jantung menjadi lebih berat sehingga orang yang obesita berisiko terkena stroke atau gangguan jantung.

  1. Diabetes mellitus

Diabetes mellitus menyebabkan gangguan pembuluh darah sehingga menimbulkan plak-plak yang mengarah ke penyumbatan aliran darah. Jika penyumbatan aliran darah sampai ke otak, hal tersebut bisa menjadi stroke.

  1. Kolesterol

Kolesterol jahat merupakan faktor risiko terbesar untuk penyakit stroke. Tingginya kadar kolestrol jahat yang menumpuk pada lapisan dinding pembuluh darah mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah sehingga gen yang membawa oksigen ke otak terhambat dan mengakibatkan gangguan sensorik. Hal tersebut mempengaruhi anggota gerak tubuh dan membuat seseorang terkena stroke.

  1. Pola makan tidak sehat

Meningkatnya konsumsi garam erat kaitannya dengan peningkatan tekanan darah sehingga berakibat hipertensi. Kira-kira setiap peningkatan 100 mmol konsumsi garam akan meningkatkan tekanan darah hampir 10mmHg sehingga meningkatkan risiko stroke sekitar 34%. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti). Mereka umumnya terbiasa dengan pola makan yang tidak sehat sehingga sering mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat.

Sebagian faktor risiko stroke dapat dikendalikan baik dengan cara medis, misalnya minum obat tertentu atau dengan cara nonmedis, misalnya perubahan gaya hidup. Faktor risiko yang dapat dikendalikan ini disebut faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Diperkirakan hampir 85% dari semua kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi tersebut. Namun, terdapat juga beberapa faktor risiko yang tidak dapat diubah atau dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi ini mencakup usia dan genetik.

*pic acemax05.wordpress

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here