Abses Gigi pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kesehatan anak sangat penting untuk mendukung dalam tumbuh kembangnya, segala bentuk penyakit bisa saja menggangu dan menyebabkan pertumbuhan anak tergangu bahkan bisa menyebabkan efek samping lainnya.

Mulut dan gigi sering menyerang pada anak-anak yang masih dalam usia pertumbuhan, mulai dari gigi berlubang, karang gigi, sariawan serta gangguan lainnya bisa terjadi pada area mulut anak. Salah satu penyakit lain yang bisa meyerang adalah abses gigi.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai abses gigi pada anak. Abses gigi sebenarnya bisa terjadi pada semua orang baik wanita atau pria, anak-anak, remaja sampai dewasa.

Apa itu abses gigi ?

Dalam istilah kedokteran abses atau gumobil diartikan tampilan jerawat. Dalam kamus kesehatan.com, abses adalah sekumpulan nanah yang tertutup pada jaringan, organ atau ruang terbatas dalam tubuh yang merupakan tanda infeksi, biasanya menimbulkan bengkak dan radang. Sedangkan dalam bidang kedokteran gigi, abses gigi merupakan sekumpulan nanah yang terlokalisasi dan terkait dengan kerusakan di sekitar gigi. Secara umum, abses gigi dibagi dua, yaitu abses periapical dan peridontal. Abses periapical terjadi pada ujung akar, sedangkan abses periodontal terjadi di gusi sebelah akar gigi.

Bagi Anda yang pernah menemui kasus abses gigi pada anak Anda, akan timbul pertanyaan kenapa abses gigi bisa timbul-hilang. Apakah yang menyebabkan hal ini terjadi?

Abses gigi merupakan infeksi, dan pada infeksi seperti ini status gigi anak anda sudah lama mati atau istilah lainnya disebut gangren (gigi yang mati akibat infeksi bakteri). Keadaan ini sangat berkaitan dengan kondisi imunitas anak anda. Jika daya tahan tubuh anak Anda menurun dikarenakan berbagai hal seperti terlalu letih, kehujanan, atau sedang sakit batuk, flu dan sebagainya, kondisi tersebut menyebabkan bakteri akan lebih aktif bekerja dan mengalahkan sel-sel darah putih serta sistem pertahanan tubuh yang lain sehingga saat mereka terserang bakteri dan mati mereka akan bertumpuk menjadi nanah atau pus. Dalam mekanisme ini, bakteri banyak melepas gas gangren yang menyebabkan tekanan pada jaringan sekitar dan tekanan ini akan membuat anak Anda merasa sakit gigi.

Apakah kondisi ini bisa menyebabkan faktor risiko dan komplikasi lainnya pada Anak ?

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa abses gigi disebabkan oleh infeksi dari bakteri, sehingga komplikasi serta faktor risiko lain bisa terjadi melalui penyebaran langsung yang terlokalisir maupun secara melalui pembuluh darah atau hematogenik. Penyebaran langsung pada jaringan yang terkena dapat mengakibatkan selulitis dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Terjadi bengkak pada daerah wajah atau rongga mulut yang ukurannya bervariasi.
  • Pada lokasi yang bengkak tersebut akan terasa panas, berwarna merah dan berisi cairan inflamasi.
  • Penderita yang mengalami bengkak ini biasanya akan mengalami demam.

Penyebaran melalui pembuluh darah memiliki risiko yang sama bahayanya, karena bakteri dapat meyebar menuju organ-organ penting seperti otak, jantung, kulit, dan organ penting lainnya melalui darah.

Abses gigi yang terjadi pada Anak Anda mungkin tidak terlalu menimbulkan gejala yang dapat terlihat sehingga sering kali orang tua terlambat mengetahui kondisi anaknya yang terkena abses gigi. Oleh karena itu, jika Anda menemui anak Anda yang sudah terkena gejala atau sudah timbul benjolan pada gusi atau rongga mulutnya, ada baiknya Anda segera melakukan tindakan pencegahan di rumah kemudian segera pergi ke dokter spesialis untuk segera mendapatkan bantuan pengobatan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY