Adakah Efek Samping dari Tes Pap Smear?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pembaca wanita tentunya seringkali mendengar istilah pap smear? Sebenarnya apa tujuan dari tes pap smear? Apa saja efek samping yang ditimbulkan dari tes pap smear?

Apa yang Dimaksud Pap Smear?

Pap smear ialah serangkaian tes yang bertujuan untuk mengecek kondisi tubuh seseorang terdapat sel kanker atau tidak, khususnya bagi wanita untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin. Beberapa proses menjalani pap smear seperti berikut:

  • Buka baju. Melepas pakaian dari pinggang hingga bagian bawah, kemudian diberi baju khusus.
  • Duduk di meja periksa. Duduk di bagian ujung dari meja pemeriksaan.
  • Tidur dengan rileks. Posisi tubuh berbaring dengan membuka kaki dengan lebar.
  • Cek Bagian Luar Vagina. Petugas pap smear akan menyentuh bagian luar vulva sehingga vagina bagian luar terdeteksi normal atau tidak.
  • Memasukkan Spekulum. Vagina akan dimasukan speculum untuk melihat bagian dinding vagina dan mulut rahim atau serviks.
  • Pengambilan Sel Jaringan Mulut Rahim. Petugas mengambil sampel dari jaringan mulut rahim bagian luar atau dalam istilah medis dikenal sebagai ektoserviks dengan alat sejenis spatula khusus.
  • Pengambilan Sel Jaringan mulut rahim hingga bagian dalam Rahim. Pengambilan sampel jaringan bagian bagian dalam Rahim dengan alat seperti sikat kecil bernama Cytobrush.
  • Pelepasan  spekulum. Pelepasan spekulum diiringi dengan pemeriksaan uterus dan ovarium kita..
  • Pengecekan sampel jaringan. Sampel jaringan yang sudah diambil diperiksa di laboratorium patologi untuk melihat sel-sel tersebut dengan menggunakan mikroskop.
  • Laporan pemeriksaan. Keluarnya laporan tertulis hasil tes berupa kondisi sel di mulut rahim dan Rahim bagian dalam, dan keputusan normal atau abnormal.

Ada atau Tidak Efek Samping Pap Smear?

Pada umumnya pemeriksaan pap smear tidak berbahaya dan dianjurkan bagi para wanita yang telah aktif berhubungan seksual, berusia lebih dari 30 tahun dan memiliki riwayat kanker pada keluarga.  Tapi ada beberapa efek samping pap smear bagi wanita yang memiliki serviks lebih lemah, sebab saat pengambilan sampel jaringan pada bagian serviks, akan kemungkinan terjadi pendarahan kecil. Pendarahan kecil hanya akan menimbulkan rasa kurang nyaman secara normal tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan.

Waktu yang tepat untuk tes Pap Smear ketika berusia 21 tahun kemudian 2 sampai dengan 3 tahun berikutnya. Jika Anda sudah berusia 30 tahun atau lebih, maka dapat melakukan tes Pap Smear per 3 tahun 1 x, serta 5 tahun 1 x.

Demikian informasi mengenai ada atau tidaknya efek samping yang dilakukan saat melakukan tes pap smear. Semoga dapat memberikan pengetahuan bagi para wanita untuk menjaga kesehatan vagina, khususnya dari gangguan kanker serviks. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY