Air Putih Berbahaya Bagi Balita

SehatFresh.com – Jika Anda mempunyai momongan ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti pemberian air putih. Pemberian air putih kepada bayi di bawah enam bulan sangat tidak dianjurkan. Salah satu alasan tidak diperbolehkan pemberian air putih pada bayi di bawah usia enam bulan ialah sistem tubuh bayi yang belum matang, hingga kekebalan tubuh dikhawatirkan belum dapat menerima asupan terlalu banyak termasuk air putih.

Badan kesehatan Amerika Serikat memperingatkan agar orang tua tidak memberikan air putih pada bayi hingga bayi berusia enam bulan, hal ini berdasarkan penelitian yang dikhawatirkan akan menyebabkan bayi keracunan jika diberikan air putih terlalu sering. Bahkan para ahli menekankan hanya diberikan ASI saja pada bayi di bawah usia enam bulan.

Jika Anda belum tahu, maka terdapat beberapa alasan kenapa bayi tidak boleh diberi air putih. Berikut alasannya:

  • Adanya bakteri

Faktor yang dikhawatiran adalah air putih yang tidak higienis sehingga terjadi paparan bakteri dan bahan mineral. Salah satu bahan mineral, seperti fluroide harus akan mengganggu perkembangan bayi Anda.

  • Ginjal bisa rusak

Pada bayi berusia kurang dari enam bulan, semua organnya belum berfungsi seperti anak yang lebih besar atau orang dewasa. Organ yang langsung berhubungan dengan metabolism cairan adalah ginjal, sehingga jika bayi diberi banyak air putih, maka ginjal yang belum siap menyaring cairan selain ASI bisa rusak. Ginjal bayi belum mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan timbunan air dalam tubuh yang dapat membahayakan bayi.

  • Kebutuhan gizi tidak terpenuhi

Selain keracunan air, memberikan air putih setiap kali bayi menangis adalah salah. Bayi yang menangis tidak selalu berarti lapar. Bisa saja ia BAK (Buang Air Kecil), BAB (Buang Air Besar), kurang nyaman, sakit, atau lainnya.

  • Keracunan air

Kelebihan air di atas akan menyebabkan kandungan elektrolit dalam darah menjadi tidak seimbang, misalnya sodium (natrium). Kelebihan cairan tersebut akan melarutkan sodium dalam darah dan akan dikeluarkan tubuh, sehingga kadar sodium menjadi rendah yang dapat mempengaruhi aktivitas otak. Awalnya ditandai dengan merengek-rengek, mengantuk dan gejala penurunan kesadaran lainnya yang kadang luput dari kewaspadaan orang tua. Gejala lainnya adalah penurunan suhu tubuh, bengkak di sekitar wajah dan jika dibiarkan dapat menjadi kejang. Jika si kecil sampai mengalami kejang, kemungkinan terjadi gangguan perkembangan di masa depannya. Namun hal ini juga bergantung pada frekuensi dan durasi kejang tersebut terjadi.

Kebutuhan Air Pada Anak

0 – 6 bulan 0,7 liter perhari. Dari ASI dan susu formula
6 bulan – 12 bulan 0,8 liter perhari. Dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan
1 tahun – 1,3 liter perhari Dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan
4 yahun – 8 tahun 1,7 liter perhari Dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan air mendidih untuk menghilangkan kotoran dan membunuh kuman.  Dokter anak umumnya masih menyarankan menggunakan air matang untuk mencampur susu formula, setidaknya untuk tiga atau empat bulan pertama.

Sumber gambar : macampenyakit.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY