Akibat Bila tidak Sahur

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada beberapa orang yang secara tidak sengaja tak makan sahur. Tapi ada juga yang sengaja, baik karena malas, atau jadi kebiasaan. Setelah beberapa minggu menjalankan puasa biasanya orang semakin malas untuk makan sahur. Selain itu kondisi tubuh yang mungkin terlalu lelah juga menjadi alasan mengapa orang malas bangun untuk makan sahur.

Seperti kata pepatah, sarapan adalah waktu makan yang paling penting. Selama Ramadan, waktu sahur menjadi sangat penting. Dikatakan makan sahur sangat penting karena memberi cadangan asupan nutrisi selama seharian penuh. Lalu, apa dampaknya bagi tubuh jika sering melewatkan makan sahur saat puasa?

“Melewatkan sahur membuat Anda bergantung pada makanan untuk menyediakan nutrisi dan energi sampai waktu berbuka puasa. Karena sedang berpuasa, maka kemungkinan besar Anda akan merasa dehidrasi dan lelah di siang hari,” ujar ahli diet dari Singapore General Hospital, Ms Tan Sheau Kang.

Lebih lanjut, Ms Tan juga menjelaskan dampak buruk lain ketika Anda melewatkan sahur. Menurutnya, melewatkan sahur akan membuat Anda berisiko tinggi mengalami kenaikan berat badan.

“Melewatkan sahur juga mendorong makan berlebihan saat berbuka puasa, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat,” jelasnya.

Namun Spesialis gizi Dr. Tirta Prawita Sari, msc, spgk mengatakan, “Sebenarnya tidak ada bahayanya, kecuali tubuh saat itu memang sedang sakit dan tidak bugar. Kalau kondisinya seperti itu sebaiknya memang tetap makan sahur atau tidak berpuasa,”. Menurut Dr Tirta, tubuh manusia sangat mampu bertoleransi terhadap kondisi tertentu. Sebab, tubuh manusia bisa bertahan seharian tanpa makanan. Yang menjadi masalah justru efek yang diakibatkan karena tubuh kekurangan asupan cairan. Seperti sudah diketahui, tubuh manusia lebih sulit bertahan tanpa air dibandingkan tanpa makanan.

“Biasanya saat sahur kan kita juga banyak minum air putih untuk cadangan cairan selama seharian penuh, namun karena tidak bangun sahur berarti tidak ada juga asupan cairan yang cukup untuk berpuasa seharian. Ini yang berbahaya,” tutur Dr Tirta.

Dr Tirta menyarankan sebaiknya memang disempatkan untuk bangun untuk makan sahur, meskipun tubuh dirasa sedang lelah. Selain membantu agar aktivitas sehari-hari tak terganggu, sahur juga memastikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tetap seimbang dan mencegah penurunan daya tahan tubuh.

Jika memang tidak sempat sahur, pastikan saat sahur dan berbuka dapat memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh yang hilang. Dengan begitu maka cairan tubuh akan tetap seimbang. Hitung kebutuhan cairan tubuh dengan menggunakan rumus 0,03 x berat badan (dalam kg). Misalnya seseorang memiliki berat badan 55 kg, maka kebutuhan cairannya adalah 0,03 x 55 = 1,65 liter air.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY