Akibat Keseringan Main Media Sosial

SehatFresh.com – Pada era globalisasi di mana teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan pekerjaan hingga hiburan. Kehadiran berbagai smartphone canggih pun semakin membuat para penggunanya ketergantungan pada media sosial untuk menceritakan semua yang terjadi pada kehidupannya terutama di kalangan para remaja.

Media sosial merupakan situs dimana seseorang dapat terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi komentar secara terbuka, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang.

Baru-baru ini, penelitian menunjukkan bahwa remaja yang aktif di media sosial cenderung mengalami penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan pada remaja. Penggunaan media sosial sepanjang waktu disertai terlibatnya perasaan emosional sangat terkait dengan kualitas tidur yang memburuk, rendahnya kepercayaan diri, serta timbulnya kecemasan dan depresi.

Dampak media sosial dan internet berbeda-beda pada pria, wanita, orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Hal ini tentunya juga dipengaruhi oleh kecenderungan seseorang untuk mengalami depresi, sehingga bisa jadi sangat bervariasi pada setiap orang. Namun, para ahli menyebut bahwa anak-anak dan remaja lah yang lebih rentan terserang depresi akibat media sosial dan internet dibandingkan dengan wanita dewasa dan pria.

Pada sebuah riset dari University of Glasgow, para peneliti mengamati 460 anak-anak yang berusia dari 11 sampai 17 tahun mengenai penggunaan media sosialnya, khususnya pada malam hari, dan mengukur kualitas tidur serta rasa percaya diri mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keinginan anak-anak muda untuk online membuat mereka lebih mudah letih dan cemas ketika mereka memaksa dirinya untuk mengikuti apa yang terbaru di internet. Hasil penelitian ini mendukung adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan anak remaja. Namun, penyebab dari masalah ini masih belum sepenuhnya jelas.

Penelitian sebelumnya, American Psychological Association pada 2011 juga menemukan hubungan antara penggunaan media sosial pada remaja dan sifat-sifat yang terkait dengan skizofrenia dan depresi. Hasil penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi berkaitan dengan kesehatan mental yang buruk.

Masa remaja bisa dikatakan sebagai masa peningkatan kerentanan timbulnya depresi dan kecemasan. Kualitas tidur yang buruk dapat berkontribusi penting dalam hal ini. Maka dari itu, sangat penting terutama bagi orang tua untuk memahami bagaimana media sosial yang anak mereka gunakan berkaitan dengan hal ini. Pasalnya, berbagai bukti semakin mendukung adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan penggunanya, terutama pada masa remaja.

Sumber gambar : jalantikus.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY