Akibat Orgasme yang Tidak Tersalurkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pasangan suami istri yang melakukan hubungan seksual pastilah menginginkan untuk tercapainya orgasme. Orgasme diketahui adalah puncak kenikmatan yang dialami saat melakukan hubungan seksual. Orgasme ini banyak sekali manfaatnya selain untuk mempererat hubungan suami istri juga memberikan efek yang baik bagi kesehatan yaitu menyembuhkan sakit kepala, insomnia, meningkatkan konsentrasi, mencegah flu dan dipercaya dapat memperpanjang umur seseorang.

Sebaliknya jika tidak mengalami orgasme dalam suatu hubungan seksual, maka berdampak kurang baik bagi pasangan suami istri tersebut. Banyak pria mengalami sakit kepala apabila tidak mencapai orgasme. Sebenarnya hal tersebut belum dapat dijelaskan secara ilmiah namun mungkin itu berkaitan dengan psikologis suami atau istri.

Saat seseorang mendapatkan rangsangan seksual, hal itu akan membuat ketegangan otot, denyut jantung yang meningkat, pernafasan yang semakin memburu dan tekanan darah yang naik. Hal tersebut akan berkurang saat seseorang mencapai orgasme. Jadi bisa dibayangkan ketika mereka sudah mengalami hal- hal tersebut dan tidak mencapai orgasme pasti akan terganggu.

Diperkuat dengan faktor psikis akibat ketidakpuasan karena tidak tercapainya orgasme. Hal tersebut bisa membuat seseorang mudah marah atau emosi yang bukan tidak mungkin efek terburuknya jika seseorang tidak dapat mengendalikan diri adalah adanya kekerasan atau perkosaan.

Tidak tercapainya orgasme tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor yaitu seperti salah satu pasangan yang memiliki masalah seksual. Dalam hal ini bisa saja pria memiliki gangguan ejakulasi dini yang membuat dirinya orgasme dengan cepat sementara istri membutuhkan waktu yang lebih lama untuk orgasme.

Bisa juga hal tersebut disebabkan karena salah satu atau keduanya tidak mengenal dengan baik organ seks pasangannya. Dalam fikiran suami atau istri, yang diketahui hanya apabila penis sudah masuk ke dalam vagina maka kewajibannya dalam hubungan seks ini sudah selesai. Namun sebenarnya pasangannya pasti menginginkan lebih dari itu seperti foreplay sebelum melakukan hubungan seksual.

Untuk menghindari tersebut sebaiknya pasangan suami istri mendiskusikan tentang hal ini, bagaimana agar hal tersebut dapat teratasi. Jika memang memiliki masalah atau gangguan seksual sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter mengenai penanganan apa yang bisa diberikan.

Suami istri juga bisa saling membicarakan apa yang diinginkan saat melakukan hubungan seksual. Dengan mengetahui hal tersebut, mereka bisa berusaha saling memberikan kepuasan pada pasangannya sehingga orgasme yang berkualitas dapat tercapai.

Memiliki pengetahuan yang baik tentang seks juga bisa mendukung Anda untuk memuaskan pasangan. Dengan pengetahuan tersebut, Anda bisa melakukan teknik foreplay atau gaya bercinta yang diinginkan pasangan sehingga orgasme tersebut dapat tercapai.

Demikian tadi adalah pemahaman tentang orgasme dan dampak tidak tercapainya orgasme dalam suatu hubungan seksual. Semoga bermanfaat bagi Anda dan pasangan. (AYK)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY