Alasan Anak di Bawah Usia Satu Tahun Tidak Direkomendasikan Mengkonsumsi Madu

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian besar dari Anda pasti sudah pernah mengonsumsi dan mendapatkan manfaat dari madu. Madu adalah cairan kental dengan rasa manis dan nikmat yang dihasilkan oleh lebah. Madu memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin C, katalase, pinobaksin dan lainnya yang berfungsi sebagai antioksidan. Anda juga bisa mendapatkan manfaat vitamin dan mineral dengan mengonsumsi madu.

Karena rasanya yang manis dan kandungan nutrisinya, madu sering dikonsumsi secara langsung maupun dicampurkan pada minuman atau makanan. Minuman dan makanan yang diberi tambahan madu akan menjadi lebih lezat dan bernutrisi sehingga baik bagi tubuh.

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semuanya boleh mengonsumsi madu. Anak yang berusia di bawah satu tahun disarankan untuk tidak diberikan madu karena ada beberapa dampak yang kurang baik bagi tubuh. Madu mengandung pemanis alami dari lebah yang dianggap mengandung spora Clostridium botulinum. Kandungan spora Clostridium botulinum ini bisa bertahan hidup dan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi si kecil yaitu mengeluarkan racun botulinum.

Jika pada orang dewasa, racun ini tidak berbahaya, namun bagi bayi dengan usia di bawah satu tahun, hal ini bisa menjadi sebaliknya. Organ pencernaan yang dimiliki bayi berumur di bawah satu tahun masih belum matang. Selain itu kadar asam dalam usus pada bayi di bawah satu tahun masih lemah dan belum mampu menangkal efek racun tersebut.

Pada bayi yang terkena racun botulinum, bisa menimbulkan dampak yang berbahaya, bahkan akibat yang paling parah adalah kematian. Bayi yang terkena racun ini akan menunjukkan gejala-gejala seperti sembelit, kesulitan menelan,sering menangis, pusing dan menurunnya tingkat kesadaran. Gejala tersebut dapat terlihat setelah sekitar 8 hingga 36 jam bayi diberikan madu. Selain beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, ada beberapa gejala lainnya yang ditimbulkan akibat bayi diberikan madu:

  • Wajah bayi terlihat memucat
  • Bayi kesulitan dalam menyedot ASI atau pun melalui dot susu.
  • Mengalami kejang otot paru- paru
  • Mengalami kejang pada otot wajah.
  • Saraf kepalanya mengalami gangguan.

Walaupun madu telah diolah atau dipanaskan, hal tersebut tidak bisa membuat spora mati. Memang benar bahwa efek racun akan hilang saat madu dididihkan selama 10 menit namun spora yang terdapat dalam madu tidak akan mati.

Melihat dampak yang ditimbulkan dari mengonsumsi madu untuk bayi di bawah umur satu tahun, maka Anda sebagai orang tua disarankan untuk tidak memberikan madu sampai buah hati telah cukup usia. Sekarang ini, asupan yang terpenting yang dibutuhkan bayi Anda adalah ASI karena ASI sudah mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. ASI juga memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas yang sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here