Alasan Bercinta saat Haid atau Menstruasi Berbahaya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seks? Wow, kata yang satu ini begitu menggoda! Memang, seks bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Seks juga terbukti secara klinis bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, bukan berarti seks bisa dilakukan kapan saja. Seks dapat berakibat buruk bila dilakoni di waktu tertentu. Salah satunya saat pasangan wanita sedang menstruasi atau haid.

Sejumlah pakar kesehatan mengemukakan, ada sejumlah risiko kesehatan yang akan dihadapi, baik oleh pria maupun wanita yang melakukan hubungan seksual di saat haid. Sejumlah risiko itu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Endometriosis. Endometriosis adalah membaliknya darah ‘kotor’ haid ke rahim atau organ-organ lainnya. Kondisi ini akan berakibat melengketnya darah menstruasi pada tempat yang tidak seharusnya. Selain menyebabkan nyeri, endometriosis bisa berkembang menjadi kista yang dampaknya cukup serius, seperti sulit memiliki anak. Endometriosis tidak termasuk penyakit yang menyebabkan kematian. Tapi, dampaknya bisa menurunkan kualitas hidup.
  • Infeksi. Selama haid, dinding vagina akan membengkak atau inflamasi. Pada saat inflamasi ini, lapisan dinding rahim akan luruh bersamaan dengan keluarnya darah haid. Darah yang berasal dari vagina dan rahim bisa masuk ke dalam penis dan berpotensi menjadi media penyebaran kuman dan bakteri. Si pria pun terancam terkena infeksi saluran kencing, masalah pada kantung sperma, dan prostat. Tak hanya itu, jika berhubungan intim saat haid, sperma yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan infeksi lainnya.
  • Penyakit menular. Serviks atau leher rahim memiliki lendir serviks yang berfungsi untuk menyaring kuman yang masuk saat melakukan hubungan intim. Nah, saat wanita sedang haid, leher rahim atau serviks terbuka untuk memudahkan keluarnya darah haid. Dengan kata lain, tidak ada yang bisa menangkal masuknya penyakit ke dalam rahim. Jadi, berhubungan badan saat haid rentan terhadap penularan berbagai penyakit, misalnya HIV dan hepatitis.
  • Kematian mendadak. Gerakan penis saat berhubungan intim saat haid juga dapat menyebabkan gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka. Bila gelembung udara atau emboli ini masuk ke dalam pembuluh darah, maka bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Parahnya, kondisi ini bisa menjadi penyebab kematian mendadak (sudden death).

Saat haid, wanita juga mengalami penurunan hormon estrogen. Dengan kata lain, cairan lubrikasi sedang berkurang. Oleh karena itu pula, organ vagina rentan terluka dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan seks.

Sebuah penelitian dalam The Journal of Sexual Medicine mengatakan, waktu paling tepat untuk berhubungan seksual yaitu sekitar 14 hari setelah siklus menstruasi. Ini karena klitoris akan membesar sekitar 20 persen dan lebih peka terhadap rangsangan, lebih mudah mencapai orgasme, dan tentunya lebih minim risiko. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here