Alasan Ini Bisa Jadi yang Membuat Pria Menunda Menikah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pria bisa begitu menyenangkan bila dijadikan sebagai teman. Tapi, bila ingin diajak ke hubungan yang lebih serius, misalnya ke jenjang pernikahan, tak semua pria langsung bersedia menjalaninya. Tidak sedikit pula pria yang akhirnya mengulur waktu atau bahkan memilih mundur teratur.

Ada beberapa alasan pria menunda pernikahan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Tak terlalu cinta

Ini yang menjadi dasar: cinta. Ia mungkin menganggap Anda orang yang menyenangkan untuk diajak ‘ngobrol’. Tapi, Anda belum tentu menjadi sosok yang diinginkannya untuk hidup bersama selamanya. Belum ada benih-benih cinta di dalam dirinya kepada Anda.

  • Memiliki prioritas yang lain

Seorang pria bukan takut pada komitmen pernikahan. Namun, komitmen tersebut saat ini tercurahkan untuk hal lain, seperti karier, hobi, atau lainnya. Pria cenderung akan berkomitmen pada hal-hal lain yang lebih menuntut perhatiannya dan memilih berusaha mengatasi persoalan cinta semampunya.

  • Masih egois

Mengikat diri dengan satu wanita saja tentu membuatnya harus mengorbankan kepentingan, waktu, dan energinya untuk orang lain. Anda harus menghadiri pertemuan dengan orang-orang yang tak Anda kenal, sedangkan Anda masih ingin bersantai sambil menikmati ‘me time’ nonton bola di televisi. Suatu saat, si dia tentu tak akan seegois itu lagi, tetapi yang jelas bukan sekarang waktunya.

  • Kurang nyaman dengan kedekatan

Anda tak akan tahu apa yang menyebabkannya sulit berdekatan dengan wanita, kecuali Anda sudah begitu mengenalnya. Mungkin ia memiliki pengalaman buruk dengan mantan kekasihnya atau menjadi anak korban perceraian sehingga ia bersikap ekstra hati-hati dengan ikatan pernikahan. Trauma menyedihkan yang masih ada dalam hatinya dapat membuatnya enggan berkomitmen dengan wanita.

  • Khawatir perkawinan tidak akan berhasil

Mengikat diri dengan orang lain tentu melibatkan risiko. Kedua belah pihak harus mau berkorban demi pasangannya. Bagi sebagian orang, perkawinan tidak layak dijalani, kecuali ada jaminan 100% akan berhasil. Tapi, jaminan 100% itu tidak akan pernah ada, bukan?

  • Khawatir tak bisa membahagiakan

Beberapa pria merasa takut tak bisa membahagiakan pasangannya tatkala sudah menikah. Bahagia ini bisa datang dari unsur ekonomi hingga cinta itu sendiri.

  • Tidak siap memiliki anak

Pria tidak ingin terburu-buru menikah saat ini adalah mereka yang tidak mendukung gagasan setelah menikah akan memiliki anak. Kebanyakan pria tidak siap untuk mengurus seorang istri dan seorang anak pada waktu yang sama. Hal ini terlalu banyak bagi mereka.

  • Terlalu didesak

Jika ingin dia berkomitmen, biarkan dia menemukan momen itu sendiri. Justru bila Anda selalu saja melontarkan topik “kapan kita married?”, dia bisa terganggu dengan segala ide tentang menikah itu sendiri. Lagipula, Anda tentu tidak ingin si dia menikahi Anda karena terpaksa, bukan? (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY