Alergi Pada Ibu Hamil

SehatFresh.com – Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh wanita. Jika ibu hamil sebelumnya memiliki alergi, kondisi ini juga akan terpengaruh oleh meningkatnya hormon progesteron dan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Ibu hamil yang memiliki alergi tertentu sebaiknya lebih berhati-hati terhadap pemicu alergi di sekitarnya. Pada dasarnya, hormon-hormon kehamilan dapat meredam alergi. Tapi, sistem kekebalan tubuh ibu hamil mengalami penurunan sebagai bagian dari proses kehamilan di mana ini ditujukan agar tubuh tidak menolak janin yang secara imunologis dianggap sebagai “zat asing”.

Pemicu alergi atau biasa disebut sebagai alergen, bisa masuk ke dalam tubuh melalui saluran napas (seperti debu, bulu hewan atau serbuk sari), saluran pencernaan (makanan), atau kulit (kosmetik). Masuknya alergen ke dalam tubuh akan merangsang reaksi sistem kekebalan tubuh untuk membentuk zat antibodi IgE (Imunoglobulin E), yang mengidentifikasi alergen sebagai zat berbahaya bagi tubuh. Di masa kehamilan, janin juga akan terpapar zat antibodi ini melalui cairan ketuban dan plasenta.

Respon imun terhadap alergi mungkin meningkat saat hamil. Asma misalnya, kondisi ini mungkin semakin buruk dan frekuensi serangannya menjadi lebih sering, bahkan mungkin serangan asam datang untuk pertama kalinya dalam kehamilan. Penderita alergi cenderung memiliki asma. Dalam banyak kasus, asma dipicu oleh paparan alergen di lingkungan.

Asma yang tidak terkontrol selama kehamilan bisa mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah, meningkatkan risiko kelahiran prematur, dan bahkan menyebabkan kematian janin. Jika asma tidak terkontrol, penurunan oksigen dalam darah ibu dan darah janin dapat terjadi. Fungsi paru-paru yang tepat sangat penting agar ibu dan bayi mendapatkan oksigen yang cukup. Pasokan oksigen yang memadai dan konstan diperlukan janin untuk bisa tumbuh normal dan bertahan hidup. Maka sebisa mungkin hindari pemicu alergi. Beberapa hal di bawah ini dapat membantu mencegah timbulnya reaksi alergi selama kehamilan:

  • Tidak merokok dan menjauhkan diri dari lingkungan yang penuh asap rokok.
  • Hindari bahan kimia berbau tajam seperti cat karena dapat memicu reaksi alergi.
  • Jika alergi debu, bersihkan rumah dari debu secara maksimal dengan menggunakan vacum cleaner dengan filter HEPA atau lap basah.
  • Jika alergi makanan, pastikan untuk benar-benar menghindari konsumsi makanan pemicu alergi dan baca juga label dan komposis makanan kemasan secara cermat.
  • Jika alergi hewan peliharaan, sisakan setidaknya satu ruang bebas hewan peliharaan di rumah Anda.

Menurut allergy-clinic.co.uk, kondisi alergi berdampak besar pada kesehatan janin dan kecenderungannya untuk alergi. Jika ibu hamil memiliki alergi, risiko bayi memiliki alergi mencapai 30%. Jika kedua orang tua memiliki alergi, risiko bayi meningkat menjadi 60%. Jika kedua orang tua memiliki alergi dan asma, risiko pengembangan alergi pada bayi yang belum lahir mencapai 80%.

Merokok di awal kehamilan merupakan pemicu potensial untuk pengembangan alergi pada bayi yang belum lahir dan jika bayi yang sudah lahir hidup dalam rumah yang penuh asap rokok, risiko ini meningkat. Operasi caesar juga merupakan faktor risiko pengembangan alergi pada bayi terutama jika ibu memiliki alergi. Para ahli percaya bayi yang dilahirkan lewat persalinan normal memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat karena mereka terpapar bakteri ibunya.

Alergi tidak bisa dianggap sepele, karena ini bisa mengganggu kondisi psikologis anak. Terganggunya psikologis anak berdampak negatif pada perkembangan anak. Anak yang memiliki alergi rentan mengalami gangguan konsentrasi, gangguan emosi, dan bahkan keterlambatan bicara. Sebagai langkah awal pencegahan alergi pada anak, pemberian asupan nutrisi yang seimbang dan memadai sejak usia dini sangatlah penting. Pemberian ASI ekslusif dapat secara efektif mencegah pengembangan alergi pada anak. Ini karena ASI mengandung zat penguat sistem kekebalan tubuh dan mengandung nutrisi penting lainnya yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi yang optimal.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY