Alkohol Merusak Otak Remaja Secara Permanen

SehatFresh.com – Remaja sangat rentan terhadap penggunaan alkohol. Perubahan fisik yang menjadi bagian dari pubertas mungkin membuat remaja merasa lebih percaya diri dan lebih mungkin untuk berbuat tindakan berisiko. Remaja bisa minum alkohol karena coba-coba atau untuk menyenangkan orang lain karena tuntutan pergaulan. Mengatasi stres dan masa transisi yang menantang, menjadi korban perceraian, mungkin juga memengaruhi remaja untuk minum minuman keras. Selain itu, remaja juga mungkin memiliki kesulitan memahami bahwa tindakannya dapat memiliki konsekuensi berbahaya.

Peneliti dari University of California membandingkan hasil pemindaian otak remaja yang minum berat dengan pindaian dari otak remaja yang tidak minum. Tim peneliti menemukan adanya jaringan saraf yang rusak di otak para remaja yang minum. Para peneliti percaya kerusakan ini berdampak negatif terhadap rentang perhatian anak laki-laki, dan kemampuan anak perempuan untuk memahami dan menafsirkan informasi visual.

Tubuh remaja tidak dapat mengatasi alkohol dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Minum alkohol lebih berbahaya bagi remaja daripada orang dewasa karena otak mereka masih berkembang dan lebih sensitif terhadap efek racun dari obat-obatan dan alkohol. Minum selama periode pertumbuhan yang kritis ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak seumur hidup, terutama yang berkaitan dengan memori, keterampilan motorik (kemampuan untuk bergerak) dan koordinasi.

Tidak semua bagian otak remaja matang pada saat yang sama. Ini menempatkan remaja pada kerugian dalam situasi tertentu. Misalnya, daerah limbik otak matang lebih awal dari lobus frontal. Daerah limbik mengatur emosi. Lobus frontal bertanggung jawab untuk pengaturan diri, penilaian, penalaran, pemecahan masalah, dan kontrol impuls. Perbedaan pematangan antara bagian otak dapat menghasilkan keputusan atau tindakan impulsif dan mengabaikan konsekuensi.

Alkohol adalah depresan sistem saraf pusat. Alkohol bisa menjadi stimulan karena pada awalnya, menekan bagian otak yang mengontrol hambatan. Alkohol memengaruhi perkembangan otak remaja dalam banyak cara:

  • Ketika seseorangberpikir tentangyang tubuhnya ingin lakukan, sistem saraf pusat otak dan sumsum tulang belakang mengirim sinyal ke bagiantubuh. Alkoholmemperlambatsistem saraf pusat, sehingga membuat orangberpikir, berbicara, dan bergeraklebih lambat.
  • Lobusfrontal merupakan bagian otak yangsangat pentinguntuk perencanaan, membentukide-ide, membuat keputusan, danmenggunakankontrol diri. Ketikaalkohol memengaruhilobusfrontal, seseorangmungkin merasa sulituntuk mengendalikanemosinya. Orang itu mungkinbertindaktanpa berpikiratau bahkanmelakukan kekerasan. Minum alkoholselama periodewaktu yang panjangdapatmerusaklobusfrontalsecara permanen.
  • Hippocampus adalahbagian otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori. Ketikaalkoholmencapaihippocampus, seseorangmungkin memilikikesulitan mengingatsesuatuyangbaru saja ia pelajari. Jikaalkohol telah benar-benar merusak hippocampus, seseorangmungkin merasa sulituntuk belajar danmengingat sesuatu.
  • Otak kecil memiliki peranan pentinguntuk koordinasi, pikiran, dan kesadaran. Seseorangmungkinmemiliki masalah denganketerampilan iniketika alkoholmemasukiotak kecil. Setelahminum alkohol, tanganseseorangmungkinbegitu gemetardan mereka mungkinkehilangan keseimbangandan jatuh.
  • Hipotalamusadalah bagian kecildariotakyang melakukan sejumlahtugas-tugasrumah tanggatubuh. Alkoholmengganggukerjahipotalamus. Setelahseseorang minumalkohol, tekanan darah, rasa lapar, rasa haus, dan doronganbuang air kecilmeningkat, sementara suhu tubuhdan detak jantungmenurun.

Medula merupakan bagian otak yang mengontrol tindakan otomatis tubuh, seperti detak jantung dan suhu tubuh. Alkohol bisa membuat tubuh menggigil. Minum banyak alkohol di luar ruangan dalam cuaca dingin dapat menyebabkan suhu tubuh seseorang jauh di bawah normal (hipotermia).

Sumber gambar : www.redkank.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY