Alkohol Sangat Bahayakan Kehamilan

SehatFresh.com – Minum alkohol saat hamil sangat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan. Minum alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan lahir mati. Ketika ibu hamil minum alkohol, alkohol dalam darah akan dengan cepat melewati plasenta dan terserap oleh bayi melalui tali pusat.

Tubuh ibu memiliki mekanisme untuk mentolerir alkohol dalam darah, tapi tidak dengan tubuh mungil si kecil. Hati orang dewasa bekerja keras untuk memecah alkohol dalam darah. Tapi, hati bayi terlalu kecil untuk melakukan hal yang sama dan alkohol dapat sangat menganggu perkembangan bayi. Alkohol akan menjadi lebih terkonsentrasi pada janin. Hal ini mengakibatkan terhambatnya pasokan nutrisi dan oksigen ke organ vital janin yang sedang berkembang.

Alkohol dapat menyebabkan bayi memiliki kondisi kesehatan serius, yang disebut fetal alcohol spectrum disorders (FASD). Bentuk lain yang paling serius adalah fetal alcohol syndrome (FAS). FAS secara serius dapat membahayakan perkembangan bayi, baik secara mental dan fisik. FAS terkait dengan kelainan bentuk kerangka, gangguan pertumbuhan, masalah sistem saraf pusat, interaksi sosial, masalah belajar, memori, gangguan bicara, dan gangguan pendengaran. Alkohol juga bisa menyebabkan bayi memiliki cacat lahir (jantung, otak dan organ tubuh lainnya), masalah penglihatan, berat badan lahir rendah, cacat intelektual, dan masalah tidur.

Kehamilan dan masalah kesehatan yang berhubungan dengan alkohol umumnya disebabkan karena ibu minum alkohol selama kehamilannya. Tapi, sejumlah penelitian juga telah menemukan bahwa alkohol juga bisa merugikan kesehatan sperma. Ini berarti gaya hidup pasangan juga sangat penting untuk diperhatikan sebelum memulai program kehamilan.

Masalah kesehatan anak dari ibu yang minum alkohol saat hamil bisa menetap seumur hidup. Kondisi berbahaya seperti FASD dan FAS dapat benar-benar dihindari dengan menjauhkan diri dari alkohol selama kehamilan. Minum jenis alkohol apa pun saat hamil dapat merugikan kesehatan janin, dan tidak ada batasan alkohol yang terbukti aman bagi kehamilan. Jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil, segera berhenti minum alkohol jika memiliki kebiasan tersebut.

Jika memiliki kebiasaan minuman sesekali sebelum mengetahui kehamilan, kemungkinan itu tidak berpotensi membahayakan bayi. Tapi, sangat penting untuk segera berhenti minum alkohol setelah Anda mengetahui kehamilan. Semakin cepat berhenti minum, semakin kecil risiko cacat lahir pada bayi Anda. Pastikan juga untuk tidak melewatkan kontrol kehamilan secara rutin dan memberitahu dokter segala keluhan yang dirasakan selama kehamilan.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY