Amankah Anak yang Masih Menyusu Ketika Ibunya Ikut Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi umat islam merupakan hal yang wajib. Orang yang wajib berpuasa adalah orang yang sudah baligh, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Pada saat bulan ramadhan tiba. Ibu yang menyusui sering merasa gundah dan bingung apakah dia harus menjalankan puasa atau tidak? Karena disisi lain ibu mengkhawatirkan bayinya akan kekurangan nutrisi karena masih membutuhkan air susu ibu (ASI).

Ketika ibu memutuskan untuk berpuasa, sebenarnya anak anda akan tetap aman selama anda tetap memberikan ASI kepada anak anda. Tetapi sebaiknya anda berpuasa jika anak sudah berusia di atas enam bulan. Sehingga akan lebih aman.

Tetapi bagi anda yang masih ragu, boleh memilih untuk tidak berpuasa. Karena Allah SWT memberikan keringanan kepada wanita atau ibu yang menyusui untuk memilih menjalankan puasa atau tidak berpuasa. Jadi ibu jangan khawatir terhadap kecukupan nutrisi anak anda.

Ketika berpuasa, untuk menjaga anak tetap dalam keadaan aman, ada beberapa hal yang perlu ibu perhatikan. Seperti :

  1. Banyak minum

Agar ASI tetap lancar sebainya perbanyak minum air putih ketika sahur dan berbuka puasa. Selain itu anda juga dapat menambah asupan cairan dari buah-buahan, teh manis hangat dan susu.

  1. Perhatikan asupan kalori

Ibu menyusui yang berpuasa dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak kalori sehingga gizi anda tidak akan terganggu.

  1. Jangan khawatir

Jangan pernah khawatir ketika berpuasa anda akan merasa lemas dan lapar, karena pada dasarnya  puasa dengan menyusui tidak akan mempengaruhi anda menjadi lemas. Sedangkan lapar yang dirasakan adalah hal yang wajar dirasakan oleh semua orang ketika menjalankan ibadah puasa.

  1. Cukupi kebutuhan gizi anda

Jagalah asupan gizi anda agar tetap seimbang. Ketika komposisi gizi dalam makanan yang anda konsumsi seimbang maka akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak anda. Kandungan gizi yang diperlukan oleh ibu menyusui yaitu tiga porsi protein setiap hari, dua porsi makanan dengan vitamin C, Lima porsi kalsium, tiga porsi sayuran hijau dan kuning serta buah-buahan kuning, makanan berlemak tinggi, makanan dengan zat besi, dan minum minimal 8 cangkir sehari. Perbandingan asupan tersebut yaitu antara 50 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 10-20 persen lemak.

Itulah hal yang dapat membantu anak anda tetap aman ketika anda berpuasa. Namun, ketika ibu merasa tidak kuat untuk berpuasa atau muncul tanda-tanda bahaya seperti merasa dehidrasi berat, urin berwarna gelap dan bau tajam, serta merasa tidak enak badan. Sebaiknya anda hentikan puasa anda terlebih dahulu karena hal tersebut dapat membahayakan keadaan anak dan juga anda. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY