Amankah Ibu Hamil Memakai Toilet Duduk ?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi masyarakat moderen, toilet jongkok sudah banyak ditinggalkan karena dianggap ketinggalan zaman. Padahal bagi ibu hamil, buang air besar di toilet jongkok lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan melakukannya di toilet duduk. Ada dua hal yang sering dialami oleh ibu hamil ketika berbicara tentang toilet.

  1. Frekwensi buang air kecil yang meningkat seiring pertambahan usia kehamilan
  2. Perubahan hormon pada tubuh yang memicu sulitnya buang air kecil membuat ibu hamil harus rela berlama-lama di toilet.
  3. Kondisi ini ternyata menimbulkan kekhawatiran terbaru yaitu, takut menggunakan toilet jongkok. Khawatir dapat kepeleset, kaki cepat pegal, hingga yang paling ekstrim takut memancing kontraksi hingga melahirkan di toilet

Ternyata sebaliknya pakar keilmuan mengatakan posisi tersebut adalah justru yang paling direkomendasikan dan aman, sebab ketika anda berjongkok secara teratur dapat membantu memperkuat otot-otot perut dan paha dalam mempersiapkan tubuh menjalani persalinan alami.

Selain itu, toilet jongkok juga sering diyakini lebih higienis dibandingkan toilet duduk, karena tidak melibatkan kontak fisik antara bokong dan paha dengan permukaan toilet yang berpotensi sebagai sarang kuman. Tidak hanya itu, jongkok adalah posisi paling natural untuk melahirkan, karena jalan lahir hanya akan terbuka secara sempurna pada posisi tersebut. Sehingga banyak ahli yang menganjurkan untuk melakukan latihan jongkok selama hamil guna meningkatkan elastisitas persalinan agar mampu membuka 20-30% lebih lebar. Bagi anda yang sedang hamil ada beberapa tips untuk menggunakan toilet jongkok seperti :

  1. Ketika memakai toilet jongkok di tempat umum, pastikan kondisinya bersih dan kering. Setidaknya, ruangan toilet yang lebih bersih tidak memiliki aroma yang tidak sedap.
  2. Untuk mengurangi risiko tergelincir saat memakai toilet, gunakan alas kaki yang tidak licin. Selain itu, perhatikan pijakan kakimu di toilet agar tidak terpeleset.
  3. Setelah posisi kedua kaki anda sudah stabil, mulai turunkan tubuh secara perlahan-lahan. Pastikan posisi punggung tetap lurus ketika menurunkan tubuh anda.
  4. kehamilan bisa membuat anda lebih mudah pusing. Kondisi ini bisa dipicu ketika anda melakukan pergerakan yang cepat seperti ketika ingin berdiri dari posisi jongkok. Jadi, berdirilah secara perlahan-lahan untuk menghindari kondisi ini.
  5. Jangan mengejan terlalu keras ketika ingin mengeluarkan tinja. Jika anda memiliki konstipasi, konsultasikan hal ini ke dokter.
  6. Jika kamu takut terjatuh atau untuk membantu anda jongkok dan berdiri dengan perut yang besar, anda bisa memasang pegangan di dinding di sekitar toilet.
  7. Sediakan lampu senter di dekat toilet. Hal ini bisa kamu gunakan saat listrik padam sebagai penunjuk jalan agar anda tidak tergelincir.

Sebagai tips sehat apabila anda ingin mendapatkan manfaat dari toilet jongkok, namun hanya ada toilet duduk di rumah, anda bisa menaruh bangku kecil sebagai alat bantu. Bangku tersebut dapat dipakai untuk pijakan kaki ketika ingin jongkok.

Meskipun demikian, penggunaan toilet jongkok juga punya risiko bagi ibu hamil. Oleh karena itu ibu hamil yang menggunakan toilet jongkok harus memperhatikan hal-hal berikut ini, seperti dikutip dari Babycenter.

  1. Pastikan lantai dan pijakan kaki dalam kondisi kering atau minimal tidak licin agar tidak terpeleset. Jika perlu, gunakan alas kaki bari bahan karet yang antiselip.
  2. Jika memungkinkan, pasang pegangan di dekat toilet jongkok untuk memudahkan saat hendak berdiri. Pegangan tersebut juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan, karena perut yang membesar membuat titik berat pada ibu hamil berbeda dari orang-orang pada umumnya.
  3. Hindari gerakan-gerakan yang berbahaya seperti mengambil gayung atau tissue toilet yang berada di luar jangkauan normal. Terlalu memaksakan diri tidak hanya berisiko jatuh, tapi juga memicu tekanan pada perut yang bisa membahayakan kehamilan.
  4. Jika merasa tidak nyaman saat jongkok, misalnya pusing atau kesemutan maka jangan dipaksakan. Konsultasikan dengan dokter, sebab gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada saraf dan peredaran darah.
  5. Jangan terlalu sering jongkok, atau hindari sama sekali jika memang ada komplikasi tertentu yang menyertai kehamilan. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here