Amankah Melahirkan Dengan Metode Waterbirth?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Waterbirth merupakan salah satu metode melahirkan dimana proses persalinannya dilakukan di dalam air. Ibu yang akan melakukan proses persalinan nantinya akan memasuki sebuah kolam berisi air saat mulut rahim sudah dalam tahap pembukaan.

Metode waterbirth ini sudah dipakai lama mulai tahun 70an di negara Rusia dan Prancis serta negara di benua Eropa lainyya. Namun di Indonesia sendiri baru populer sejak banyak para artis yang menggunakan metode waterbirth ini. Kira-kira mulai terkenal pada tahun 2006.

Waterbith ini sangat terkenal dengan fungsinya yang dapat mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Namun apakah sebenarnya aman jika menggunakan metode waterbirth?. Untuk tingkat kemanan proses persalinan dengan waterbirth di Indonesia masih ada yang pro dan kontra.

Menurut Ikatan Bidan Indonesia dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, mereka tidak merekomendasikan konsep persalinan ini hingga proses persalinan pada fase pengeluaran janin. Namun menurutnya bukan berarti waterbirth tidak bisa dimanfaatkan. Waterbirth bisa digunakan saat proses kala 1 dimana dapat mengurangi rasa sakit dan membuat ibu lebih tenang. Sedangkan saat pembukaan sudah lengkap dan menunjukan tanda bahwa ibu siap mengeluarkan bayi maka sebaiknya proses persalinan dilanjutkan di ranjang. Dengan itu akan meminimalisir risiko infeksi pada bayi, kesulitan mengatur suhu bayi dan juga syok pernafasan.

Itulah rekomendasi keamanan penggunaan metode waterbirth dari Ikatan Bidan Indonesia dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Namun untuk menggunakan atau tidak menggunakan metode waterbirth ini sebenarnya tergantung dengan pilihan anda. Jika yakin dengan waterbirth maka anda boleh melakukan proses persalinan dengan metode ini.

Agar anda bisa mempertimbangkan dengan baik, berikut manfaat dan risiko dari waterbith yang dapat menjadi bahan pertimbangan anda:

Manfaat

  • Ibu lebih rileks karena air di dalam kolam akan membuat otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi lebih elastis
  • Proses mengejan menjadi lebih mudah
  • Mempercepat proses pembukaan
  • Menurunkan risiko cedera pada bayi
  • Peredaran darah bayi akan lebih baik sehingga tubuh bayi akan cepat berwarna setelah dilahirkan

Risiko

  • Ada risiko bayi akan tenggelam di saat proses pengeluaran karena terlalu lama di dalam air dan bahkan bisa mengalami asphyxiation. Asphyxiation adalah kondisi dimana kekurangan pasokan oksigen.
  • Meningkatkan risiko infeksi. Hal ini terjadi karena saat mengejan untuk melahirkan bayi ada kemungkinan anda juga mengeluarkan kotoran.
  • Dapat mengalami Sindrom aspirasi mekonium. Yaitu kondisi ketika usus bayi telah melakukan gerakan pertama sebelum lahir dan bayi menghirup cairan ketuban yang terkontaminasi sehingga menyebabkan masalah pernapasan.
  • Terjadi kerusakan tali pusat. Saat menjalani persalinan water birth, biasanya bayi akan segera diangkat ke permukaan. Namun gerakan membawa bayi ke atas berisiko merusak tali pusat. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here