Amankah Melakukan Operasi Plastik di Usia Remaja?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Operasi plastik merupakan tren kecantikan yang cukup digandrungi baru-baru ini. Karena orang-orang berpikir operasi plastik menjadi jalan yang mudah untuk menjadi cantik meski justru operasi plastik menjadi salah satu metode kecantikan yang cukup mahal.

Dahulu tren operasi plastik mungkin hanya terjadi dikalangan orang dewasa, namun sekarang berbeda. Dikalangan remaja operasi plastik juga banyak dilakukan. Terbukti pada tahun 2016, 17% dari pelaku operasi plastik yaitu berusia 19-36 tahun. Ada dua jenis dalam prosedur operasi plastik antara lain:

  • Rekonstruksi

Rekonstruksi dalam operasi plastik adalah operasi yang dilakukan untuk memperbaiki kecacatan baik pada wajah maupun tubuh. Jenis operasi ini lebih sering dilakukan pada seseorang yang memiliki kecacatan dari lahir. Contohnya bibir sumbing, cacat telinga, dan bisa juga dilakukan pada wanita post operasi kanker payudara untuk mengembalikan payudaranya yang telah hilang.

  • Kosmetik

Operasi plastik kosmetik atau kecantikan adalah prosedur operasi yang dilakukan pada seseorang yang merasa ada bagian tubuh yang kurang sempurna. Contohnya operasi hidung, memperbesar payudara, mengurangi lemak dan lain sebagainya.

Terlepas dari adanya tren, lalu amankah jika operasi plastik ini dilakukan oleh remaja?. Banyak alasan yang mendasari seorang remaja ingin melakukan operasi plastik seperti ingin tampil cantik dan lain sebagainya. Namun pada dasarnya alasan remaja ingin melakukan operasi plastik adalah ingin diterima oleh lingkungan pergaulannya. Berbeda dengan orang dewasa yang ingin tampil lebih mencolok di keramaian.

Sebenarnya operasi plastik pada remaja aman jika dilakukan sesuai dengan prosedur dan juga psikologis dari remaja yang akan melakukannya. Oleh karena itu, sebelum melakukan operasi pasti dokter akan melakukan proses wawancara untuk memastikan bahwa remaja tersebut siap dengan segala keuntungan dan resiko yang dihadapi jika melakukan prosedur operasi plastik.

Selain wawancara, ada juga batasan usia pada remaja yang diperbolehkan melakukan operasi plastik. Minimal usia masing-masing prosedur operasi plastik berbeda. Contohnya pada operasi hidung remaja perempuan bisa melakukannya jika minimal usia 15-16 tahun, dan setahun lebih tua pada remaja laki-laki.

Meski aman dilakukan dengan syarat-syarat tertentu. Anda juga perlu berhati-hati. Karena ada beberapa risiko yang bisa terjadi pada remaja yang melakukan operasi plastik, meliputi:

  1. Meski operasi plastik bertujuan mempercantik diri, bekas luka setelah prosedur juga bisa terjadi karena yang namanya operasi pasti tidak terlepas dari bekas luka, sama halnya dengan operasi plastik.
  2. Ada kalanya anda tidak merasa puas dengan hasil operasi plastik yang anda dapatkan
  3. Risiko alergi terhadap anestesi
  4. Risiko infeksi (DKA)

Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here