Amankah Payudara Implan Bagi Wanita?

SehatFresh.com – Bentuk payudara yang besar hampir selalu diidentikkan dengan payudara yang indah. Untuk mendapatkan hasil instan, banyak wanita yang kini telah memperbesar payudara mereka dengan cara implan. Banyak yang beranggapan bahwa operasi pembesaran payudara adalah salah satu alternatif yang tepat untuk mengembalikan rasa percaya diri dengan membentuk payudara agar terlihat sempurna. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration, FDA) menyatakan bahwa implan silikon untuk payudara relatif aman. Karena tetap berisiko komplikasi, maka implan harus diangkat dalam kurun waktu 10 tahun.

Pembesaran payudara adalah prosedur pembedahan kosmetik untuk meningkatkan tampilan payudara baik dengan pembesaran, pengurangan atau rekonstruksi daerah payudara. Mayoritas pembesaran payudara dimaksudkan untuk pembesaran payudara dengan garam atau implan silikon. Manfaat positif dari pembesaran payudara adalah dapat meningkatkan citra diri dan memperbaiki cacat. Namun, ada faktor negatif yang perlu dipertimbangkan juga, yaitu pecah implan, nyeri dan infeksi.

Pembesaran payudara dapat meningkatkan kepercayaan dan citra diri pada wanita yang memang ingin memperbaiki penampilannya. Prosedur ini sangat pribadi, dan pengaruhnya setelah operasi mungkin dapat mengubah hidup mereka. Dalam kasus rekonstruksi setelah pengangkatan payudara alami akibat kanker, pengangkatan payudara adalah hal yang mencemaskan. Dalam hal ini, pembesaran payudara menawarkan alternatif untuk mengembalikan kondisi payudara yang merupakan bagian penting dari tubuh wanita. Pembesaran juga menawarkan perbaikan simetri untuk cacat payudara alami.

Di sisi lain, operasi pembesaran payudara merupakan tindakan bedah yang bersifat invasif yang seperti tindakan medis lainnya mempunyai risiko komplikasi. FDA memperingatkan bahwa implan dapat pecah atau mengempis karena berbagai alasan setelah operasi. Pecahnya implan bisa terjadi kapan saja. Sebagian besar wanita tidak memiliki dan menyadari tanda-tanda atau gejala yang muncul saat implan silikon payudara tersebut pecah. Implan yang pecah umumnya ditandai dengan gejala nyeri, rasa terbakar, kesemutan, bengkak, mati rasa atau kemerahan. Payudara juga mungkin berubah dari segi bentuk dan ukuran serta menjadi lebih lembek atau justru mengalami pengerasan.

Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi implan yang pecah bisa diketahui melalui pemeriksaan mammogram, ultrasound, CT scan atau MRI payudara. Jika silikon tersebut sudah pecah atau rusak, maka pengobatan yang dilakukan termasuk operasi pengangkatan jaringan implan dan jaringan parut di sekitar payudara. Namun jika kondisi payudara sudah sangat rusak, ada kemungkinan dokter akan melakukan operasi pengangkatan payudara.

Selain pecah implan, infeksi adalah salah satu efek yang bisa terjadi pasca-operasi. Pasien pasca-operasi beresiko terhadap infeksi, dan obat antibiotik mungkin tidak berhasil dalam mengobati infeksi tertentu. Dalam kasus infeksi yang parah, maka penghapusan implan diperlukan. Hematoma atau adanya kumpulan darah di luar pembuluh darah di sekitar implan juga dapat terjadi. Hematoma dapat menjadi serius dan intervensi medis diperlukan untuk menemukan penyebab pendarahan.

Jika Anda berkeinginan melakukan operasi pembesaran payudara, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Berkonsultasilah dengan dokter bedah Anda tentang hasil yang diharapkan dari operasi untuk lebih memahami baik buruknya berdasarkan kebutuhan pribadi untuk operasi.

Sumber gambar : medan.tribunnews.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY