Amankah Penderita Maag Untuk Berpuasa?

SehatFresh.com – Bagi Anda yang tidak mempunyai masalah gangguan kesehatan, maka tidak ada alasan untuk tidak berpuasa. Namun, bagaimana jika Anda memiliki masalah gangguan kesehatan untuk menjalani puasa terutama yang penderita penyakit maag. Penderita maag mungkin mengkhawatirkan kesehatan lambungnya yang bermasalah ketika akan menjalani ibadah puasa. Akan tetapi, maag tidak serta merta bisa menjadi alasan para penderita maag untuk tidak berpuasa. Justru banyak yang beranggapan bahwa berpuasa bisa menyembuhkan sakit maag.

Sakit maag (dispepsia) dibagi menjadi dua kategori, yaitu maag fungsional dan maag organik. Maag fungsional umumnya disebabkan oleh pola makan tidak teratur, konsumsi makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stres dan merokok. Sedangkan maag organik terjadi karena adanya sesuatu yang tidak normal di dalam lambung, seperti tukak lambung, GERD, polip atau kanker di kerongkongan dan lambung.

Berdasarkan hasil penelitian, diperkirakan 70 hingga 80 persen sakit maag adalah sakit maag fungsional. Kondisi ini umumnya terjadi akibat pola makan yang tidak teratur, kebiasaan mengonsumsi camilan yang tidak sehat, terlalu banyak mengonsumsi makanan asam, pedas, coklat, dan keju. Kebiasaan merokok dan stres juga telah dikaitkan dengan gangguan pada lambung.

Telat makan dan membiarkan perut kosong memang merupakan pantangan besar bagi penderita maag. Meski demikian, bukan berarti mereka tidak bisa berpuasa. Justru berpuasa dapat membantu penyembuhan sakit maag fungsional. Pada penderita maag fungsional, biasanya tidak diketemukan tanda-tanda tertentu ketika lambungnya diteropong sehingga mereka masih bisa berpuasa. Berpuasa membuat jam makan menjadi teratur dan mengurangi konsumsi camilan yang tidak sehat serta mengurangi kebiasaan merokok. Hal ini dapat membantu penyembuhan sakit maag fungsional.

Selama berpuasa, kebiasaan makan camilan dan minum soda juga pasti dikurangi bahkan mungkin tidak sama sekali. Umumnya, orang yang berpuasa juga akan lebih banyak bersabar sehingga lebih bisa mengendalikan stres. Hal-hal inilah yang membuat penderita maag fungsional merasakan keluhan sakit maagnya berkurang. Bagi yang tidak memiliki masalah dengan lambung, maka Anda tidak perlu takut akan mengalami sakit maag saat berpuasa. Puasa justru membuat pencernaan lebih sehat.

Bagi yang telah memiliki gangguan lambung, konsumsi obat maag sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sedangkan bagi yang tidak bermasalah dengan lambung, obat maag untuk pencegahan pada dasarnya tidak diperlukan. Antasida atau obat maag bersifat menetralkan asam lambung dengan tujuan meringankan keluhan penderita maag. Di sisi lain, antasida dapat menimbulkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar seperti sembelit dan efek samping pada ginjal. Maka dari itu, tidak dianjurkan bagi orang yang tidak bermasalah dengan lambung untuk mengonsumsi obat maag sebagai pencegahan sakit maag saat puasa. Karena puasa sendiri justru memberi manfaat menyehatkan termasuk salah satunya menyehatkan pencernaan.

Selama berpuasa, asupan makanan dan minuman harus menjadi perhatian terutama pada penderita sakit maag. Anda sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang menyebabkan atau memperberat gejala sakit maag. Anda perlu menghindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gas seperti sawi, kol, nangka, pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan, dan minuman bersoda. Selain itu, hindari juga makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol, sari buah sitrus dan susu full cream.

Makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan peningkatan peregangan lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung. Makanan tersebut antara lain makanan berlemak, kue tar, cokelat, dan keju. Hindari juga makanan yang dapat secara langsung merusak dinding lambung, yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica dan makanan yang berbumbu tajam.

Ada juga beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindarkan dari penderita sakit maag, antara lain beras ketan, mi, bihun, ubi, singkong dan talas. Anda juga dianjurkan untuk tidak melakukan kebiasaan tertentu setelah berbuka atau saat sahur, seperti merokok dan makan permen khususnya permen karet.

*Sumber gambar : essenstoria.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY