Amankah Seks Oral Terhadap Organ Intim Pria atau Fellatio

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak pasangan melakukan seks oral sebagai bagian dari foreplay guna memanaskan sesi bercintanya. Jika Anda dan pasangan kerap melakukan aktivitas seksual satu ini, Anda mungkin sudah tak asing dengan istilah fellatio.

Fellatio adalah seks oral terhadap organ intim pria (mulut ke penis, biasanya dengan menjilat atau menghisap). Kebanyakan pria tergila-gila dengan seks oral, dan mereka kerap berharap pasangan wanitanya dapat memberikan fellatio. Tapi, apakah fellatio itu aman?

Fellatio memang tidak berpotensi menyebabkan kehamilan, namun membawa risiko infeksi. Risiko infeksi memang lebih rendah daripada seks vagina dan seks anal. Tapi, tetap saja harus diwaspadai.

Sejumlah virus atau bakteri penyebab infeksi menular seksual dapat menyebar dari alat kelamin ke mulut dan dari mulut ke alat kelamin melalui cairan tubuh atau kontak langsung dengan kulit yang luka. Anda berisiko terkena infeksi bakteri klamidia, sifilis atau gonore di mulut dan tenggorokan. Bahkan, penularan HIV juga dikaitkan dengan perilaku seks oral, termasuk fellatio.

Jika pemberi fellatio memiliki HIV, darah dari mulutnya bisa masuk ke tubuh orang yang menerima fellatio melalui lapisan uretra (lubang di ujung penis), lapisan anus atau langsung masuk ke tubuh melalui luka terbuka. Sementara jika penerima fellatio memiliki HIV, darah dan cairan ejakulasinya mungkin mengandung virus dan virus tersebut bisa masuk ke mulut pemberi fellatio terutama jika:

  • Pemberi fellatio memiliki luka di sekitar mulut atau tenggorokan.
  • Penerima fellatio ejakulasi di dalam mulut pemberi fellatio.
  • Penerima fellatio juga menderita infeksi menular seksual lainnya.

Tidak melakukan seks adalah cara paling efektif untuk menghindari infeksi menular seksual. Namun, hal ini tidak mungkin mengingat seks itu sendiri merupakan kebutuhan. Untuk menghindari risiko infeksi baik itu saat melakukan seks vagina maupun fellatio, penting untuk tidak mengabaikan anjuran praktek seks aman. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan guna mengurangi risiko infeksi akibat fellatio:

  • Pastikan mulut dalam keadaan sehat.
  • Hindari fellatio ketika Anda memiliki masalah mulut, seperti radang gusi atau luka terbuka di sekitar mulut.
  • Hindari menggosok gigi sebelum melakukan fellatio. Menyikat gigi dapat menimbulkan luka mikroskopis di mulut yang dapat menjadi gerbang masuk bakteri dan virus.

Menggunakan kondom. Walaupun tidak 100%, namun penggunaan kondom lateks telah diteliti dapat membantu melindungi pemberi maupun penerima seks oral dari penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Jika alergi terhadap kondom lateks, kondom plastik (poliuretan) dapat menjadi alternatif. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here