Anak-anak Juga Penting untuk Imunisasi HPV

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selain kanker payudara, kanker serviks juga menjadi momok yang menakutkan bagi kaum wanita. Dalam kebanyakan kasus, penyebab kanker serviks adalah akibat paparan berbagai strain virus yang disebut HPV (human papillomavirus) yang ditularkan melalui kontak seksual. Karena gejala awalnya tak selalu terlihat, para wanita dianjurkan untuk melakukan skrining rutin sebagai upaya deteksi dini. Selain itu, para wanita juga sangat disarankan untuk melalukan imunisasi HPV. Ternyata, efektivitas imunisasi ini akan maksimal bila diberikan sejak anak-anak, sebelum menginjak usia remaja.

Gardasil, Gardasil 9, and Cervarix adalah vaksin-vaksin yang digunakan secara global dalam imunisasi HPV saat ini. Ketiganya bekerja dengan merangsang sistem daya tahan tubuh untuk memperoduksi antibodi yang memberikan perlindungan terhadap serangan HPV tipe 16 dan 18 yang, menurut Planned Parenthood, menyebabkan 7 dari 10 kasus kanker serviks.

Para ahli dari berbagai lembaga kesehatan dunia sepakat bahwa imunisasi HPV direkomendasikan untuk anak yang berusia antara 11 atau 12 tahun, jauh sebelum anak-anak menjadi aktif secara seksual. Bahkan, dapat juga diberikan sejak usia 9 tahun. Pemberian imunisasi HPV di rentang usia sebelum remaja ini memiliki efektivitas perlindungan lebih dari 90 persen karena respon tubuh terhadap imunisasi juga dianggap lebih baik ketika diberikan di usia muda. Selain itu, jika imunisasi diberikan setelah seseorang terinfeksi, imunisasi tidak akan efektif atau bahkan tidak bekerja sama sekali.

Rekomendasi pemberian imunisasi ini tak hanya berlaku bagi anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki. Pasalnya, vaksin HPV juga dapat mencegah penyakit kutil kelamin dan kanker anus pada anak perempuan maupun laki-laki. Selain itu, pemberian vaksin pada anak laki-laki juga dapat meminimalisir risiko penularan infeksi HPV pada pasangannya ketika ia telah aktif secara seksual di masa depan.

Vaksin diberikan dalam tiga dosis dalam kurun waktu enam bulan. Dosis kedua diberikan setelah dua bulan dari dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan setelah empat bulan dari dosis kedua. Karena tidak termasuk ke dalam imunisasi dasar lengkap, imunisasi HPV pada anak dilakukan atas biaya sendiri. Imunisasi ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang dan biayanya akan jauh lebih murah ketimbang pengobatan kanker serviks itu sendiri. Orangtua yang berencena membawa anaknya ke pusat medis untuk imunisasi HPV pun tak perlu khawatir mengenai keamanan vaksin yang digunakan. Umumnya, tak ada efek samping serius setelah pemberian vaksin, melainkan hanya kemerahan atau nyeri ringan di area bekas suntikan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY