Anak Anda Masih Mengompol, Normalkah?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mengompol adalah bagian dari pertumbuhan anak. Karenanya, normal bila anak usia balita masih suka mengompol. Di usia balita, anak belum mampu mengontrol kandung kemihnya ketika malam hari bahkan siang hari sekalipun. Anak biasanya sudah dapat merasakan keinginan berkemih di usia dua tahun. Tapi, biasanya anak baru memiliki kemampuan untuk mengontrol keinginan untuk berkemih saat usianya tiga tahun. Bagaimana jika anak usia sekolah masih mengompol di malam hari?

Secara medis, kebiasaan mengompol atau bedwetting disebut nocturnal enuresis. Tidak ada alasan yang jelas mengapa anak mengompol. Namun, beberapa hal berikut ini bisa memicu anak mengompol:

  • Kandung kemih yang kecil. Kandung kemih anak yang masih berkembang mungkin tidak cukup untuk menahan urin di malam hari sehingga membuatnya mengompol di tempat tidur. Kandung kemih yang terlalu aktif juga hanya mampu menampung sedikit urin.
  • Ketidakseimbangan hormon. Kadar hormon yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan mengompol pada beberapa orang. Tubuh memproduksi hormon yang disebut antidiuretic hormone (ADH) yang memberitahu tubuh untuk memperlambat produksi urin sepanjang Produksi ADH yang rendah dapat menyebabkan mengompol karena kandung kemih tidak bisa menahan volume urin yang tinggi.
  • Stres. Mengompol terkadang dapat terjadi ketika anak dalam kondisi stres. Stres pada anak dapat dipicu konflik di rumah atau sekolah, kelahiran adik, pindah ke rumah baru, atau perubahan rutinitas.
  • Konstipasi. Konstipasi sering dikaitkan dengan mengompol, terutama pada anak-anak yang biasanya tidak mengompol. Gerakan usus yang tidak teratur dapat menyebabkan kandung kemih tidak mampu menampung urin dengan baik. Terkadang, mengobati sembelit adalah cara terbaik untuk mengatasi Sembelit yang berkembang kronis bisa membuat penanganan mengompol jauh lebih sulit.
  • Diabetes tipe 1. Meski kasusnya jarang, mengompol bisa menjadi gejala diabetes tipe 1. Tubuh penderita diabetes tidak dapat memproses glukosa (gula) dengan baik sehingga dapat memicu produksi urin berlebih. Peningkatan produksi urin ini dapat menyebabkan anak-anak dan orang dewasa yang menderita diabetes mengembangkan kebiasaan mengompol.

Kebiasaan mengompol pada anak umumnya akan berhenti dengan sendirinya seiring pertambahan usia. Namun, karena kebiasaan mengompol bisa menjadi indikasi kondisi medis tertentu, segera periksakan anak ke dokter bila:

  • Anak masih mengompol di usianya yang sudah menginjak tujuh tahun.
  • Anak menjadi sering mengompol di malam hari secara tiba-tiba.

Ada gejala lain yang menyertai, seperti rasa haus berlebihan, warna urin tidak normal, dan susah buang air besar. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here