Anak Berjalan Dalam Keadaan Tidur Atau Sleepwalking

SehatFresh.com – Gangguan tidur ternyata tak hanya sering dialami oleh orang dewasa saja. Anak-anak juga bisa mengalami gangguan tidur, salah satunya sleepwalking. Sleepwalking yang secara medis disebut somnambulisme, merupakan gangguan psikologis yang menyebabkan anak bisa berjalan dalam keadaan tidur. Meskipun sedikit aneh, tapi ini tidak menandakan adanya masalah kesehatan yang serius.

Orang yang mengalami sleepwalking biasanya tidak akan ingat kejadian apa pun di pagi harinya. Jadi, ketika ditanya apa yang terjadi, ia mungkin tidak bisa menjawab karena tidak ingat apa-apa. Kebanyakan anak-anak yang berjalan dalam tidur melakukan hal tersebut satu atau dua jam setelah tertidur. Ini biasanya berlangsung dari lima sampai 15 menit. Perilaku ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya seiring anak terus bertumbuh. Namun, yang harus menjadi perhatian orang tua adalah risiko ketika berjalan sambil tidur yang menyebabkan anak bisa keluar dari rumah dan terluka.

Ada sejumlah faktor yang dapat berkontribusi untuk tidur sambil berjalan. Penyebab umumnya adalah kelelahan yang atau kurang tidur, kebiasaan tidur yang tidak teratur, stres atau kecemasan, berada di lingkungan tidur yang berbeda, penyakit atau demam, obat-obatan tertentu (obat penenang, stimulan, dan antihistamin) dan faktor genetik.

Berjalan saat tidur mungkin gejala yang paling umum dari sleepwalking, tetapi ada hal lain yang terkait dengan kondisi ini. Ini seperti duduk di atas tempat tidur,  berbicara atau bergumam saat tidur, tidak merespons ketika diajak bicara, buang air kecil tidak tempat yang bukan seharusnya dan melakukan perilaku berulang seperti membuka dan menutup pintu.

Secara medis, memang ada obat-obatan untuk menangani gangguan tersebut. Namun, baik anak-anak maupun orang dewasa sangat tidak disarankan menggunakan obat-obatan untuk mengatasi tidur berjalan. Hanya saja, dalam hal ini orang tua perlu memperbaiki pola tidur anak karena gangguan tidur pada anak akan berdampak pada gangguan perilakunya.

Jika gangguan ini sering terjadi pada anak Anda, sebaiknya Anda sudah harus mulai menerapkan kebiasaan ini :

  • Mintalah anak untuk rileks sebelum tidur dengan mendengarkan musik yang tenang dan berikan sedikit pijatan ringan dan lembut.
  • Atur jadwal bangun dan tidur siang maupun tidur malam yang teratur.
  • Buatlah jadwal tidur anak lebih cepat dari biasanya.
  • Jangan biarkan anak-anak banyak minum air di malam hari, dan buang air kecil sebelum pergi tidur. Penelitian menemukan bahwa tidur dengan kandung kemih yang masih penuh bisa memicu tidur sambil berjalan.
  • Jangan mengonsumsi minuman mengandung kafein mendekati waktu tidur.

Pastikan suasana kamar agar tenang, nyaman dan kondusif, sehingga anak bisa tidur lelap tanpa gangguan.

Sumber gambar : sites.psu.edu

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY