Anak Kurang Jam Tidur Berpeluang Menderita Diabetes

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Diabetes atau diabetes mellitus merupakan suatau istilah penyakit yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya tembus atau pancuran air. Sedangkan dalam bahasa latin istilah ini diartikan sebagai rasa manis. Di Indonesia istilah diabetes dikenal dengan sebutan penyakit kencing manis. Penyakit diabetes merupakan suatu kondisi dimana kadar glukosa di dalam darah menjadi tinggi yang disebabkan karena tubuh tidak dapat mengeluarkan atau memproduksi insulin secara cukup. Biasanya seseorang yang memiliki penyakit ini air seni atau air kencingnya (urin) berasa manis karena dalam air kencing tersebut mengandung kadar gula yang tinggi. Diabetes dibagi menjadi dua yaitu dibetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Penyakit diabetes tidak hanya di derita oleh orang dewasa akan tetapi penyakit ini dapat di derita oleh anak-anak. Banyak faktor penyebab terjadinya penyakit ini. Lalu apa penyebab terjadinya penyakit diabetes pada anak? Apakah benar apabila kurang jam tidur, anak dapat berpeluang menderita diabetes?

Menurut hasil penelitian dalam Pediatrics menyatakan bahwa kerjadian diabetes yang disebabkan oleh kurangnya jam istirahat dikareakan setiap tambahan jam tidur anak-anak dimalam hari akan berhubungan dengan berat badan anak yang rendah, masa otot yang lebih ranping dan akumulasi kadar gula dalam darah menjadi berkurang. Kemudian obesitas, kadar gulan dan tekanan darah tinggi merupakan faktor resiko terjadinya diabetes tipe 2. Kejadian ini dikarenakan tubuh tidak tapat dalam menggunakan atau membuat hormon insulin yang cukup untuk mencerna dan mengubah gula menjadi energi.

Menurut hasil penelitian menunjukan sebuah temuan tentang peningkatan durasi tidur bisa menawarkan sebuah pendekatan yang sederhana dan efesien yang berfungsi untuk mengurangi kadar lemak tubuh dan resiko terjadinya penyakit diabetes tipe 2 pada awal kehidupan. Penyakit diabetes tipe 2 biasanya disebut sebagai diabetes yang dapat terjadi pada orang dewasa karena jarang sekali terjadi pada anak-anak. Akan tetapi akhir-akhir ini diabetes ini sering terjadi pada kesehatan anak-anak. Sebagian besar jutaan anak diseluruh dunia mengalami obesitas, kurang berolahraga dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak.

Ada sebuah penelitian di Inggris yang dilakukan oleh pada ahli tentang pengaruh kurang tidur dengan penyakit diabetes. Penelitian tersebut melakukan pemeriksaan data survey terhadap kebiasaan tidur dan hasil lab dari tes faktor resiko terjadinya penyakit diabetes pada anak sekitar 4.525 anak terjadi pada usia 9 tahun atau 10 tahun. Menurut hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa anak-anak yang kurang tidur akan lebih beresiko mengalami penyakit diabetes hal ini disebabkan karena resistensi insulin atau kadar insulin yang berlebih. Sementara itu waktu normal atau rata-rata anak tidur sekitar 10,5 jam di hari weekday, dengan durasi tidur 8 jam sampai 12 jam.

Selain itu menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa anak-anak yang berusia 6 tahun sampai 12 tahun harus terpenuhi waktu tidurnya dengan durasi tidur sekitar 9 sampai 12 jam. Karena menurut penelitian tersebut apabila anak tidak cukup tidur akan memengaruhi dengan resiko cedera yang meningkat, tekanan darah tinggi, obesitas dan depresi. Apabila anak mengalami obesitas maka anak tersebut akan beresiko mengalami diabetes. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here