Anak Menggertakan Gigi Saat Tidur

SehatFresh.com – Pernahkah mendengar gigi anak Anda menggertak saat tidur? Secara medis, ini dikenal dengan bruxism. Banyak anak mengalaminya, dan ini biasanya akan hilang seiring dengan tumbuh kembang anak. Bruxism sering terjadi tanpa disadari selama fase tidur nyenyak atau ketika anak-anak berada di bawah stres.

Para ahli belum sepenuhnya yakin mengapa bruxism terjadi. Dalam beberapa kasus, anak-anak dapat menggertakan giginya karena gigi atas dan bawah tidak selaras dengan benar. Teori lain mengatakan bahwa itu sebagai respons terhadap rasa sakit, seperti dari sakit telinga atau gigi. Hiperaktif juga berhubungan dengan bruxism terkait amfetamin yang digunakan untuk mengelola gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Stres juga telah dikaitkan sebagai penyebab potensial lainnya. Misalnya, seorang anak mungkin khawatir tentang tes di sekolah atau perubahan rutinitas yang membawa kecemasan. Bahkan berdebat dengan orang tua dan saudara kandung juga dapat menyebabkan stres yang menyebabkan gigi anak mengerat di malam hari ketika tidur.

Bruxism banyak terjadi pada anak-anak yang mendengkur dan atau bernapas melalui mulut. Ada teori yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara bruxism dan obstruksi jalan napas atas, di mana ini ada kaitannya dengan obstructive sleep apnea. Teori lain menyebutkan bahwa bruxism bisa terjadi karena amandel yang membesar yang pada gilirannya menyebakan obstruksi jalan napas atas.

Pada bayi, bruxism seringkali terjadi pada sekitar usia satu tahun, segera setelah gigi depan muncul. Pada anak yang lebih tua, bruxism mungkin terjadi karena ketidakmatangan sistem neuromuskuler yang mengontrol pengunyahan. Kidshealth.org menyebutkan kebanyakan anak-anak lepas dari bruxism ketika mereka kehilangan gigi bayi mereka. Namun, beberapa anak-anak mengalami bruxism hingga remaja.

Bruxism berkepanjangan bisa mengikis lapisan-lapisan gigi yang akhirnya membuat gigi menjadi aus, menyebabkan rasa sakit pada wajah dan rahang yang disebut, seperti temporomandibular joint disease. Risiko masalah rahang ini semakin meningkat jika episode bruxism terjadi berkelanjutan dan jangka panjang. Ketika episode bruxism semakin sering, terlebih anak juga mengeluhkan rasa sakit pada rahang sakit atau wajah setelah bangun di pagi hari serta sakit saat mengunyah, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter gigi.

Karena bisa disebabkan banyak faktor, perawatan untuk bruxism akan mengacu pada hasil pemeriksaan yang lengkap meliputi pemeriksaan gigi dan mulut, serta kondisi sistemik pasien secara keseluruhan, dengan turut mempertimbangkan kondisi psikologis sang anak. Untuk pemeriksaan gigi dan mulut anak, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis gigi anak dan dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh.

Sumber gambar : www.anakvidoran.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY