Anemia Kekurangan Zat Besi pada Bayi dan Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sudahkah buah hati Anda mendapatkan asupan cukup zat besi? Zat besi adalah nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Mineral ini berperan dalam pergerakan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh serta membantu otot untuk menyimpan dan menggunakan oksigen. Disadari atau tidak, banyak faktor yang bisa membuat bayi atau anak menderita anemia kekurangan zat besi.

Bayi mendapatkan cukup asupan zat besi dari ASI. Bayi yang tak diberi ASI pun tetap mendapatkan kecukupan zat besi asalkan diberi susu formula yang difortikasi zat besi. Di usia balita, anak bisa mengalami anemia jika terlalu banyak meminum susu (lebih dari dua gelas sehari) tanpa diimbangi asupan makanan kaya zat besi yang memadai. Meskipun susu disebut-sebut sebagai bahan makanan yang sangat bergizi, namun jumlah kandungan zat besi di dalamnya terbilang rendah. Selain itu, susu juga membuat tubuh lebih sulit menyerap zat besi sehingga bisa menyebabkan anak menderita anemia kekurangan zat besi.

Bila anak Anda cenderung pilih-pilih makanan, ia juga menjadi lebih berisiko mengalami kekurangan zat besi. Jika anak tak suka daging, asupan zat besinya mungkin menjadi kurang karena kandungan zat besi dalam daging sifatnya lebih mudah diserap ketimbang zat besi dalam makanan nabati.

Anemia kekurangan zat besi terjadi perlahan. Awalnya, jumlah zat besi dalam tubuh akan menurun turun, di mana otot dan fungsi otak akan mulai terpengaruh. Sel-sel darah merah tidak banyak mengalami perubahan pada titik ini. Tetapi seiring dengan cadangan zat besi yang semakin sedikit dari waktu ke waktu, tubuh membuat lebih sedikit sel darah merah dan pada akhirnya menjadi anemia. Anak pun akan mulai menunjukkan gejala-gejala, seperti kulit pucat, kelelahan, kurang nafsu makan, mudah tersinggung, dan mudah pusing.

Anemia kekurangan zat besi umumnya didiagnosis melalui tes darah. Sebagai bentuk pencegahan dan deteksi dini, bawalah bayi Anda ke pusat medis untuk pemeriksaan anemia pada usia antara 9-12 bulan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kekurangan zat besi, dokter mungkin merekomendasikan suplemen zat besi atau multivitamin, atau menjalani tes lebih lanjut.

Sebetulnya anemia kekurangan zat besi dapat dicegah sehingga tumbuh kembang anak tidak akan sampai dirugikan. Dalam pola makan sehari-harinya, masukkan sumber makanan kaya zat besi, seperti daging merah, telur, ikan, sayuran berdaun hijau, kacang polong, dan kacang kedelai. Bila ingin memberi anak suplemen zat besi, pastikan telah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here