Anemia Pada Remaja Putri

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau kadar Hb dalam darah kurang dari normal. Anemia terjadi bila jumlah sel darah merah berkurang. Kurangnya sel darah merah membuat kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan pasokan oksigen, sehingga menyebabkan tubuh menjadi lemas dan cepat lelah. Diperkirakan 25 persen remaja Indonesia mengalami anemia. Anemia banyak terjadi di kalangan para remaja, khususnya remaja putri.

Pada masa pubertas, kebutuhan zat besi untuk menyeimbangkan perkembangan tubuh menjadi semakin tinggi. Remaja putri setiap bulan mengalami menstruasi yang secara otomatis mengeluarkan banyak darah darah. Di sisi lain, perempuan cenderung cemas terhadap keindahan tubuhnya bila terjadi kenaikan berat badan sehingga mereka memutuskan untuk menurunkan berat badannya dengan cara diet. Namun, ternyata kebiasaan tersebut sangat beresiko jika dilakukan tidak sesuai petunjuk medis, salah satunya bisa berisiko anemia. Kurangnya konsumsi makanan hewani juga dikaitkan dengan kasus anemia.

Produksi sel darah merah antara remaja putra dan remaja putri berbeda. Pada remaja putri, produksi sel darah merah jumlahnya lebih sedikit dan rentan mengalami kerusakan sel. Sel-sel darah merah pada remaja putri yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang akan beredar ke seluruh tubuh. Akan tetapi sel darah merah yang belum matang juga dapat dilepaskan untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Sel darah merah yang belum matang ini akan mudah pecah dan hancur, sehingga remaja putri akan mudah mengalami kekurangan sel darah merah (anemia).

Secara kasat mata, penyakit anemia ini bisa diketahui dengan tanda-tanda:
• Tubuh menjadi cepat lelah
• Wajah pucat pasi
• Lesu dan tidak bersemangat
• Mudah mengantuk dan sering pusing

Anemia pada remaja bisa berdampak pada penurunan produktivitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan di mana tinggi dan berat badan menjadi tidak sempurna. Selain itu, daya tahan tubuh juga akan menurun sehingga membuat penderitanya rentan terserang penyakit. Anemia juga dapat menyebabkan penurunan produksi energi dan akumulasi laktat dalam otot.

Faktor makanan memegang peranan penting dalam masalah anemia. Maka, sebaiknya Anda berusaha untuk mencukupi asupan makanan sehat dan bergizi setiap harinya terutama makanan yang kaya zat besi. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen zat besi untuk menambah darah.

*pic slideshare.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY