Antibiotik, Bumerang Bagi Kesehatan Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Saat ini, masih banyak orangtua yang memilih antibiotik ketika anaknya sakit. Padahal, belum tentu penyakit yang diderita anak disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik memerlukan petunjuk dan anjuran dari dokter. Pasalnya, terdapat beragam jenis antibiotik yang digunakan dalam dunia medis dan dosisnya pun berbeda-beda. Bila penggunaannya tidak tepat, antibiotik justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan anak.

Antibiotik bukan solusi untuk semua penyakit. Beberapa penyakit yang umum dialami anak dapat disebabkan oleh virus bukannya bakteri, seperti pilek, flu, bronkitis, sakit tenggorokan, batuk, infeksi sinus, dan flu perut.  Seperti obat pada umumnya, antibiotik tak lepas dari risiko efek samping. Mulai dari efek samping ringan hingga yang membahayakan. Antibiotik dirancang untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Akan tetapi, keberadaan bakteri baik dalam tubuh juga dirugikan, terutama flora usus.

Bakteri baik dalam usus berperan penting untuk menjaga sistem pencernaan dan daya tahan tubuh. Tak heran, orang yang diberi antibiotik resep pun kerap mengalami diare. Cukup banyak pula orang yang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi antibiotik, seperti gatal-gatal, mulut bengkak dan dalam kasus parah reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa.

Seiring waktu, terlalu sering minum antibiotik juga dapat menyebabkan tubuh anak menjadi resisten terhadap antibiotik itu sendiri. Dengan kata lain, bakteri berubah dan beradaptasi terhadap antibiotik yang dulu mampu membasminya. Ini membuat anak bisa mengalami gangguan kesehatan yang lebih sulit diobati di kemudian hari. Selain itu, bakteri yang resisten tersebut juga dapat saling melakukan transfer gen. Hal ini dapat meningkatkan jumlah bakteri yang kebal. Sebagai dampaknya, tubuh anak pun menjadi rentan infeksi. Lebih jauh, penggunaan antibiotik dapat menimbulkan komplikasi kerusakan hati, disfungsi hati, penurunan sel darah putih, kerusakan otak, koma, dan bahkan kematian.

Karena bahayanya ini, resistensi antibiotik akibat sembarangan dalam memakai antibiotik bahkan telah menjadi salah satu isu kesehatan global. Lembaga-lembaga kesehatan internasional pun telah mengeluarkan peringatan akan hal ini. Oleh karenanya, penting untuk memerhatikan bahwa penggunaan antibiotik harus tepat guna dan sasaran. Dosisnya harus sesuai dengan resep dokter. Mulai saat ini, mari ubah kebiasaan bergantung pada antibiotik dan jangan membelinya secara bebas. Jangan mengonsumsi antibiotik atas inisiatif sendiri. Dalam penggunaannya, dokter meresepkan antibiotik sesuai bakteri yang menjadi penyebabnya karena satu jenis antibiotik hanya efektif untuk melawan bakteri tertentu saja.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY