Antisipasi Alergi Kambuh saat Mudik pada Wanita

SehatFresh.com – Ketika hendak mudik, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Wanita biasanya yang paling berperan dalam hal ini. Selain mempersiapkan kebutuhan pakaian dan makanan, bekal obat-obatan jangan sampai terlupakan terlebih bila Anda sendiri memiliki penyakit kambuhan, seperti alergi. Selain itu, penting pula untuk mempersiapkan tindakan antisipasi bila alergi kambuh di tengah perjalanan mudik.

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing yang sebenarnya tidak menyebabkan reaksi pada kebanyakan orang. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat yang dikenal sebagai antibodi. Beberapa antibodi melindungi tubuh dari serangan agen berbahaya yang bisa menyebabkan infeksi. Dalam kasus alergi, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi yang mengidentifikasi alergen tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya, meskipun sebetulnya tidak.

Gejala alergi tergantung pada substansi atau zat pemicu dan umumnya berpengaruh pada saluran napas, sinus dan hidung, kulit, dan sistem pencernaan. Reaksi alergi dapat berkisar dari ringan sampai berat. Dalam beberapa kasus yang parah, alergi dapat memicu reaksi yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai anafilaksis. Anafilaksis biasanya ditandai oleh beberapa gejala yang meliputi ruam gatal, pembengkakan pada tenggorokan, dan tekanan darah rendah. Makanan merupakan pemicu tersering untuk kondisi ini.

Apa pun itu yang menjadi penyebabnya, alergi bisa datang tiba-tiba. Oleh karenanya, perlu antisipasi untuk kekambuhan alergi terlebih saat mudik agar tetap nyaman selama perjalanan. Bagaimana carannya?

  • Kenali dan hindari apa yang menjadi pemicunya. Tidak semua orang mempunyai alergi, dan alergi yang dimiliki oleh setiap orang tidak selalu sama. Dalam pencegahan dan antisipasi kekambuhan alergi, mengidentifikasi zat pemicu alergi (alergen) sangatlah penting. Secara umum, pemicu alergi meliputi hewan (bulu hewan peliharaan, tungau, dan kecoa), obat (penisilin), makanan (tepung, kacang tanah, susu, kerang, dan telur), gigitan serangga (lebah dan nyamuk), jamur, tanaman (serbuk sari), kosmetik, cuaca, logam (tembaga) dan lateks. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda tentu akan lebih waspada dalam menghindari paparan zat pemicu alergi.
  • Selalu bawa obat anti-alergi. Pemicu alergi terkadang memang tak terhindarkan. Maka dari itu, saat hendak bepergian, penderita alergi disarankan untuk selalu membawa obat anti-alergi. Umumnya, ada dua jenis obat alergi yang digunakan dalam penanganan alergi berdasarkan tingkat keparahannya. Obat yang pertama adalah anti-histamin, yaitu obat yang bekerja untuk meredakan reaksi atau gejala alergi ringan hingga sedang. Sementara itu, obat alergi yang kedua adalah obat yang mengandung adrenalin (epinefrin). Obat ini biasanya adalah obat suntik yang diresepkan oleh dokter dan disarankan untuk dibawa kemana pun oleh penderita alergi yang memiliki riwayat anafilaksis.
  • Perlindungan. Mengenakan pakaian tertutup dan tak lupa juga untuk mengoleskan tabir surya saat bepergian di bawah cuaca terik, dapat membantu menurunkan risiko alergi kulit akibat paparan sinar matahari. Selain itu, kenakan masker untuk mengurangi paparan debu saat bepergian menggunakan sepeda motor.
  • Cermat dalam memilih makanan. Bila Anda alergi terhadap makanan tertentu, cermat dalam memilih makanan merupakan keharusan. Ketika makan suatu tempat makan, tidak ada salahnya memastikan bahan makanan yang digunakan untuk menu makanan yang akan Anda pesan. Dan ketika membeli makanan kemasan, selalu baca label yang tertera pada kemasan dengan teliti untuk mengetahui komposisi dan kandungan gizinya. Agar lebih aman, hemat, dan sehat, lebih baik bawa bekal makanan sendiri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY