Apa Ciri Orang yang Suka Menyakiti Dirinya Sendiri?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kasus melukai diri sendiri di Indonesia semakin tahun semakin mengalami peningkatan. Tentu saja ini bukanlah sesuatu yang baik, karena menunjukan fenomena rendahnya mental masyarakat.

Tidak dipungkiri kasus melukai diri sendiri masih kerap terjadi. Bisa saja persitiwa itu mengakibatkan hilangnya nyawa atau cacat pada anggota tubuh. Perlu diketahui jika orang yang suka melukai diri sendiri, sekilas tidak dapat dibedakan dari orang-orang lainnya.

Meskipun seseorang telah kenal selama bertahun-tahun, belum tentu dapat melihat kebiasaan negatif tersebut. Tindakan ekstrem ini dilakukan dengan berbagai alasan pribadi. Umumnya kasus self-injury muncul saat seseorang menghadapi kondisi dan perasaan yang sangat sulit dihadapi.

Meskipun sadar bahwa tindakan ini salah dan mengancam jiwa, namun masih banyak orang yang memilih melukai diri sendiri sebagai alternatif pilihan. Tekanan psikologis yang tinggi menjadi penyebab umum terjadinya fenomena tersebut. Perilaku melukai diri memang salah, namun siapa saja bisa terjerumus untuk melakukan jalan pintas tersebut. Lantas apa ciri-ciri orang yang suka melukai diri sendiri?

Orang yang mengalami riwayat kekerasan

Seseorang yang memiliki riwayat kekerasan psikis, fisik dan seksual memiliki kecenderungan untuk melukai diri sendiri. Pasalnya rasa trauma akan selalu mengiringi kehidupannya sehingga bisa bedampak negatif.

Orang yang mengalami gangguan perilaku tingkat kronis

Orang-orang yang mengalami kecanduan alkohol, obat-obatan terlarang, atau gangguan makan juga bisa memiliki kecenderungan melukai diri sendiri. Hal ini sebagai puncak rasa frustasi terhadap gangguan yang tidak kunjung sembuh.

Orang yang susah mengendalikan emosi

Orang yang susah mengendalikan emosi juga memiliki resiko cukup besar untuk melukai diri sendiri. Emosi yang tidak teratur mendorong seseorang untuk berperilaku ekstrem, guna meluapkan kegundahan hatinya.

Orang yang hidup dalam keluarga penuh amarah

Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis, kecenderungannya akan menjadi pribadi yang emosional. Hal ini berdampak negatif atas perilakunya, sehingga tidak jarang melukai diri sendiri.

Orang yang tak mempunyai sahabat atau kerabat dekat

Pribadi tertutup rupanya sangat rentan untuk melukai diri sendiri. Seseorang yang demikian tidak mendapatkan perhatian dari orang lain,  sehingga berusaha mencari solusi sendiri atas masalah yang dihadapi. Salah satunya memilih untuk menyakiti diri sendiri, sehingga berfikir dapat bebas dari masalah yang dihadapi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Bisa seseorang pernah melukai diri sendiri, maka segera menceritakan hal tersebut pada orang terdekat. Namun jika keadaan tidak kunjung membaik, maka temuilah ahli medis atau psikolog yang akan membantu untuk mengendalikan perilaku tersebut.

Umumnya terapi psikologis akan diberikan guna menanggulangi masalah kejiwaan ini. Aktivitas keagamaan juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi perilaku self-injury. Dengan mengikuti berbagai aktivitas positif, maka perlahan-lahan perilaku melukai diri sendiri akan berkurang. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here