Apa itu Hiperpigmentasi dan Hipopigmentasi Pigmen pada Kulit?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kulit mempunyai banyak fungsi bagi tubuh kita, dia akan melindungi kita dari serangan bakteri dengan mengeluarkan jaket asam yang akan menghambat pertumbuhan bakteri, juga melindungi tubuh dari kerusakan fisik dengan keratinnya yang menguatkan sel-sel kulit, sel lemaknya yang menjadi bantalan dan sensornya yang bisa mengukur tekanan yang kita alami. Dan yang terpenting, kulit juga melindungi kita dari jahatnya sinar UV dengan menyediakan melanin di sel-selnya, itu sebabnya semakin banyak kulit terpapar sinar matahari maka akan semakin gelap warnanya karena jumlah melaninnya meningkat.

Apa itu Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi adalah terjadinya peningkatan pigmentasi, seperti produksi melanin berlebihan atau penumpukan beberapa jenis pigmen lainnya didalam kulit. Hiperpigmentasi juga merupakan suatu kondisi kulit dimana pada area kulit tertentu menjadi lebih gelap dibandingkan warna kulit alami di sekitarnya yang disebabkan oleh produksi melanin berlebih. Warna gelap berupa flek hitam maupun bintik gelap di kulit, dapat muncul pada kaki, tangan, bagian lain tubuh, namun yang paling umum muncul adalah pada wajah. Hal ini disebabkan karena terkena paparan sinar matahari yang berlebihan dan kerusakan kulit akibat jaringan parut yang disebabkan oleh bekas jerawat.

Penyebab utama dari hiperpigmentasi adalah paparan sinar matahari yang akan menggelapkan warna kulit, juga disebabkan oleh berbagai obat, termasuk beberapa antibiotik, obat antiaritmia (obat untuk irama jantung yang tidak normal) dan obat antimalarial. Hiperpigmentasi dibagi menjadi tiga jenis, meliputi:

  1. Melasma adalah jenis hiperpigmentasi yang sulit diobati, disebabkan oleh ketidakteraturan hormon dan merupakan peristiwa yang normal selama kehamilan. Jenis ini juga dapat muncul dikarenakan gangguan fungsi tiroid dan sebagai efek samping dari pil kontrasepsi atau pengobatan terapi hormon.
  2. Lentigines biasa disebut sebagai bintik hitam atau bintik gelap. Jenis ini ditemukan pada 90% orang berusia lebih dari 60 tahun yang disebabkan penuaan dan terpapar sinar UV.
  3. Post-inflammatory hyperpigmentation(PIH) atau hiperpigmentasi pasca peradangan. Jenis ini biasanya hilang dengan sendirinya seiring kulit meregenerasi dan menyembuhkan diri. Disebabkan oleh cedera pada kulit seperti terbakar, jerawat, psoriasis, dan yang diakibatkan oleh beberapa jenis pengobatan perawatan kulit.

Baca Juga : Penanganan Hiperpigmentasi

Apa itu Hipopigmentasi?

Hipopigmentasi adalah berkurang atau hilangnya warna kulit. Hal ini disebabkan karena berkurangnya sel melanosit di kulit akibat dari berkurangnya asam amino tirosin yang digunakan melanosit untuk membuat melanin atau sel pigmentasi (pewarna kulit). Penyebab hipopigmentasi adalah kerusakan kulit seperti infeksi bakteri atau jamur, kulit terbakar, goresan dan lecet. Hipopigmentasi dapat muncul pada setiap jenis kelamin dari ras apapun. Hipopigmentasi yang terjadi karena pemakaian krim dengan cara kerja memutihkan yang instant, biasa mempunyai kandungan merkuri, hidrokuinon dan tretinoin, hal ini termasuk dalam kategori hipopigmentasi post inflamasi, post peradangan atau luka akibat iritasi di kulit. Kondisi ini dapat pulih, namun diperlukan waktu lama untuk mengembalikan pigmen. Pemakaian perawatan kulit dengan kandungan yang tepat dan aman dapat digunakan untuk membantu menutupi atau mengurangi daerah yang terkena hipopigmentasi, sementara kulit kembali melakukan regenerasi pigmennya. (KKM)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here