Apa Itu Penyakit Saraf atau Bell’s Palsy?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kelumpuhan bisa terjadi di berbagai anggota tubuh manusia. Tidak terkecuali di wajah. Bila ini terjadi, maka wajah si penderita bisa terlihat mencong. Inilah yang dikenal dengan bell’s palsy.

Bell’s palsy adalah penyakit saraf yang mengenai saraf fasialis (wajah). Akibatnya adalah kelumpuhan otot-otot salah satu sisi wajah. Wajah akan terlihat asimetris atau mencong. Mata penderita pun hanya satu yang dapat menutup dengan sempurna.

Penyebab bell’s palsy belum diketahui secara pasti. Sejumlah sumber menyebutkan, penyebab bell’s palsy adalah proses peradangan saraf yang mengontrol otot-otot salah satu sisi wajah. Beberapa ahli juga menyatakan penyebab bell’s palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi.

Bell’s palsy dapat terjadi pada siapa saja. Penyakit ini bisa dialami oleh semua golongan usia, baik pria maupun wanita. Meski belum dimengerti alasan sepenuhnya, sejumlah kasus bell’s palsy menyerang wanita hamil, penderita diabetes, dan HIV.

Pada kebanyakan orang, bell’s palsy bersifat sementara, yakni selama beberapa hari hingga minggu. Sebagian penderita dapat kembali pulih setelah kurang-lebih enam bulan.

Meskipun begitu, ada juga beberapa kasus kelumpuhan saraf wajah yang terjadi secara permanen seumur hidup. Di samping itu, pada beberapa kasus, bell’s palsy dapat menyerang saraf kedua sisi wajah, meskipun ini jarang terjadi. Secara umum, gejala bell’s palsy adalah sebagai berikut:

  • Kelumpuhan ringan sampai total pada salah satu sisi wajah.
  • Penderita sulit tersenyum atau menutup salah satu kelopak mata.
  • Wajah melorot menjadikan penderita sulit berekspresi.
  • Rasa nyeri bisa muncul di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah.
  • Sensitivitas terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang terpengaruh.
  • Kadang timbul nyeri kepala.
  • Penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh.
  • Penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena.

Bell’s palsy adalah gangguan yang terjadi hanya pada otot dan saraf wajah. Namun, bell’s palsy dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti berikut ini:

  • Kerusakan saraf wajah yang tidak dapat pulih kembali seperti semula.
  • Pertumbuhan saraf yang tidak sesuai dengan yang seharusnya sehingga menyebabkan pergerakan yang tidak terkontrol pada wajah.
  • Buta sebagian atau total akibat kekeringan pada mata yang tidak bisa menutup dan terjadinya kerusakan pada kornea mata yang kering.

Bell’s palsy sebaiknya tidak boleh disepelekan. Bagi penderita, dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis. Bila terus dibiarkan, maka dikhawatirkan penderita justru terkena stroke. Tapi, perlu diingat, bell’s palsy bukan disebabkan oleh stroke. Maka, segera temui dokter jika Anda mengalami kelumpuhan pada wajah atau jika salah satu sisi wajah terlihat melorot tiba-tiba. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here