Apa Penyebabnya Telat Haid atau Datang Bulan?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Telat haid? Sudah periksa ke dokter atau test pack? Jika belum, Anda belum tentu hamil, lho! Kalau bukan karena hamil, ada sejumlah penyebab seorang wanita mengalami ‘telat datang bulan’.

Menstruasi atau haid adalah proses bulanan di mana terjadi tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil.

Tiap wanita mengalami siklus menstruasi yang berbeda-beda. Sangat jarang wanita memiliki jadwal menstruasi yang sama satu dengan lainnya. Umumnya, siklus menstruasi berulang dalam rentang waktu 21 hingga 35 hari, dihitung dari hari pertama haid saat ini sampai hari pertama menstruasi berikutnya.

Pada seorang wanita, siklus menstruasi biasanya berulang dalam periode sama setiap bulannya. Tapi, terkadang wanita mengalami telat haid. Di luar faktor hamil, inilah berbagai sebab seorang wanita telat haid:

  • Pola makan. Pola makan yang tidak sehat dapat mengakibatkan perubahan hormonal. Anoreksia dan obesitas, misalnya, bisa berimplikasi terhadap perubahan fungsi tubuh dan masa ovulasi.
  • Stres. Dalam keadaan stres, hormon dan bagian otak yang mengatur siklus menstruasi (hipotalamus) si penderita akan terganggu. Stres juga bisa memicu kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba.
  • Lelah. Kondisi fisik yang terlalu lelah, seperti berolah raga atau bekerja terlalu keras, juga dapat mengganggu siklus menstruasi.
  • Hormon prolaktin berlebih. Telat haid juga bisa bersumber dari produksi hormon prolaktin yang tidak normal. Hormon ini biasanya diproduksi ketika wanita sedang menyusui.
  • Alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi yang ditanam, disuntik, dan pil pencegah kehamilan dapat menyebabkan seorang wanita mengalami haid yang terlambat dari biasanya.
  • Polycystic Ovary Symptom (PCOS). PCOS atau sindrom ovarim polikistik adalah suatu kondisi hormon yang mempengaruhi indung telur untuk memproduksi folikel yang sangat tinggi kadarnya di dalam darah. Tingginya kadar hormon membuat produksi folikel meningkat. Tapi, folikel ini belum matang sehingga tidak menghasilkan sel telur.
  • Penyakit kronis. Sejumlah penyakit kronis juga bisa memicu siklus haid yang tidak teratur. Diabetes, kanker endometrium, polip serviks, celiac, dan termasuk penyakit infeksi akibat hubungan seks adalah beberapa contohnya.
  • Masalah tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon ini tidak bekerja secara normal, siklus menstruasi pun bisa terganggu.
  • Menopause dini. Lazimnya, menopause pada wanita terjadi di usia 45–55 tahun. Sayangnya, sebagian wanita mengalami gejala menopause dini. Menopause menyebabkan pasokan telur berkurang atau berakhir. Dengan kata lain, menstruasi bisa terlambat hingga berakhir sama sekali.

Telat datang bulan’ jangan dianggap remeh. Telat haid dapat menjadi gejala awal beberapa penyakit. Maka, disarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami haid yang terlambat. Apalagi bila keterlambatannya lebih dari tiga bulan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here