Apa Saja Pertanyaan yang Wajib Diajukan saat Kontrol Kehamilan?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pemeriksaan kehamilan disarankan dilakukan dimulai pada awal kehamilan secara terjadwal. Dengan melakukan pemeriksaan maka dapat mendeteksi dini masalah kesehatan yang membahayakan bayi dikemudian hari.

Bagi anda yang akan melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan ataupun bidan, diharapkan dapat aktif mengajukan pertanyaan yang dapat membantu mengetahui perkembangan janin dan kesehatan anda. Berikut pertanyaan yang wajib diajukan saat control kehamilan:

  1. Berapa usia kehamilan saya?

Biasanya dokter akan menentukan dari dua parameter. Pertama dari hari pertama haid terakhir dan dari pemeriksaan USG. Dengan mengetahui, tanggal hari pertama haid terakhir (apalagi bila siklus haid ibu teratur), dokter dapat menentukan usia kehamilan dengan lebih tepat ketimbang ibu yang melupakan tanggal tersebut.

Bagi ibu yang lupa, akan digunakan pemeriksaan USG. Semakin dini pemeriksaan USG dilakukan, hasil penentuan usia kehamilan yang didapat akan lebih akurat. Kalaupun meleset paling hanya dalam hitungan satu atau dua hari saja. Kepastian usia kehamilan ini akan kembali dikonfirmasi lewat pemeriksaan USG saat ibu melakukan kontrol berikutnya. Saat kontrol pertama ini pun umumnya perkiraan tanggal persalinan sudah dapat diprediksi.

  1. Apakah kehamilan saya normal atau ada kelainan?

Berdasar dari patokan usia kehamilan dan pemeriksaan USG, kemungkinan pertama yang harus muncul adalah adanya kantong kehamilan. Jika kantong ini tidak berkembang sesuai usia kehamilan dan tidak ditemukan janin di dalamnya berarti ada kelainan yang disebut telur kosong. Jika diketahui memiliki kista dengan diameter lebih dari 5 cm ibu umumnya akan diobservasi selama kehamilan.

Jika kista membesar akan dilakukan operasi pengangkatan di awal trimester kedua (sekitar usia kehamilan 15-16 minggu). Kista yang dibiarkan dikhawatirkan akan membesar dan terpuntir sehingga dapat mengganggu pertumbuhan janin. Bila ada kelainan atau ketidaknormalan dan jika diprediksikan kondisi bakal memburuk (misalnya kelainan dapat menyebabkan kematian atau kelainan berat) akan dipikirkan tindakan terminasi atau pengakhiran kehamilan.

  1. Perlukah saya melakukan pemeriksaan laboratorium?

Pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan, antara lain pemeriksaan darah perifer lengkap, golongan darah, tes toleransi glukosa, skrining berbagai penyakit (hepatitis, HIV, TORCH (Toksoplasma Rubella, CMV, Herpes) dan pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan untuk mengetahui status keadaan ibu hamil pada awal kehamilan secara laboratorium.

  1. Apa Saja Suplemen yang Wajib Dikonsumsi?

Ibu hamil akan disarankan untuk mengkonsumsi asam folat sejak 3 bulan sebelum kehamilan atau minimal sejak trimester pertama kehamilan. Asam folat sangat penting untuk mencegah cacat bawaan pada bayi yang dikandung. Selain itu, tanyakan kepada dokter apakah ada suplemen lain yang perlu dikonsumsi untuk mengoptimalkan pertumbuhan janin sehingga nantinya bayi dapat lahir sehat.

  1. Kenapa saya mual-mual terus dan sering pusing, ya?

Mual dan muntah terjadi akibat peningkatan hormon HCG, rasa begah terjadi karena meningkatnya gas dan rasa panas pada ulu hati akibat naiknya asam lambung. Maka, ibu hamil sering merasa malas untuk makan. Kosongnya lambung akan memperberat keluhan tersebut. Sehingga dianjurkan makan sedikit tetapi sering dan kurangilah makanan yang merangsang asam lambung berlebihan.

Sementara rasa pusing, penglihatan terasa gelap bahkan tidak jarang pingsan jika berdiri lama, disebabkan karena hipotensi dan aliran darah ke otak berkurang. Sehingga dianjurkan tidak berdiri terlalu lama dan tidak mengubah posisi duduk-berdiri dengan cepat. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here