Apa Sajakah Faktor Resiko Seseorang Mengalami Keracunan Makanan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Faktor resiko adalah tanda atau kumpulan gejala penyakit yang diderita individu yang berhubungan dengan peningkatan kejadian kasus baru. Penyebab keracunan yang menjadi faktor resiko yaitu dari non mikroorganisme.

Beberapa faktor yang dapat menentukan seseorang mengalami keracunan makanan dan seberapa tingkat keparahan dari gejalanya yaitu dilihat dari jumlah makanan terkontaminasi yang dikonsumsi, usia seseorang, jenis organisme penyebab infeksi dan kondisi kesehatan secara umum.

Keracunan makanan dapat terjadi pada siapa saja tentunya tidak terbatas oleh usia. Namun terdapat beberapa faktor resiko seseorang mengalami keracunan makanan sehingga beresiko lebih tinggi dari individu lain yaitu:

  1. Bayi atau balita dan anak-anak

Bayi atau balita dan anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang sehingga lebih rentan terkena berbagai penyakit salah satunya keracunan makanan.

  1. Wanita hamil

Kondisi kesehatan dapat berpengaruh pada ibu hamil dan janinnya. Jika kondisi kesehatan ibu baik maka janin juga akan dalam kondisi kesehatan yang baik pula. Namun jika wanita hamil mengalami keracunan makanan akan beresiko mengalami perubahan metabolisme dan sirkulasi tubuh. Reaksi dan dampak yang terjadi akan mengancam kehidupan janin, mempengaruhi kondisi kesehatan janin dan pada kondisi yang lebih parah akan menyebabkan keguguran.

  1. Orang dewasa atau yang lebih tua

Pada orang dewasa atau pada usia lanjut, seluruh sistem kerja tubuh berkurang termasuk peran sistem kekebalan tubuh lebih lambat. Pada saat seseorang terkena penyakit maka sistem imun tubuh akan berlomba lomba membentengi tubuh dari serangan penyakit. Namun pada usia lanjut, sistem kekebalan tubuh tidak berjalan secepat pada usia muda.

  1. Orang dengan penyakit kronis

Penyakit kronis ternyata juga berperan dalam mengurangi respon dan sistem kerja kekebalan tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh penyakit-penyakit seperti diabetes, penyakit hati, penyakit menular seksual ataupun AIDS dan dari terapi radiasi serta kemoterapi pada pasien kanker. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here