Apa yang Terjadi pada Tubuh Selama Kita Berpuasa?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seseorang yang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan niscaya akan mengalami berbagai perubahan di dalam dirinya. Tidak hanya, secara spiritual dan emosional, perubahan ini juga menjalar ke urusan fisik dari tubuh orang tersebut.

Penulis Eating in Freedom, Tom McGregor menulis informasi menarik mengenai hal ini. Pada hari pertama puasa, kadar gula darah turun. Jantung melambat dan tekanan darah berkurang. Hal ini biasanya memicu sakit kepala, pusing, bau mulut dan lidah yang berat. Namun ini tanda detoksifikasi mulai bekerja.

Lalu, lemak mulai dipecah untuk melepaskan gliserol dari molekul glikerida dan diubah menjadi glukosa. Kulit mungkin terasa lebih berminyak.

Beberapa orang mungkin mengalami masalah jerawat selama beberapa hari. Tapi di sisi lain, sistem pencernaan mulai bekerja dengan sangat baik dan memusatkan semua energi pada pembersihan dan penyembuhan. Produksi asam lambung menurun. Hal ini untuk mencegah terkikisnya dinding lambung oleh asam karena tidak adanya makanan yang digiling sehingga luka lambung dapat terhindarkan.

Pada hari-hari biasa, sistem pencernaan akan bekerja keras. Tapi, pada saat bulan puasa sistem pencernaan membersihkan dirinya sendiri sehingga tubuh kita akan menyerap nutrisi lebih baik.

Sementara itu, proses penyerapan nutrien berhenti dan hanya terdapat gerakan reguler usus kecil tiap empat jam. Pada usus besar, penyerapan air dikontrol untuk menjaga keseimbangan cairan.

Tak hanya itu, puasa juga mengakibatkan sel darah putih dan sistem kekebalan tubuh mulai meningkat. Anda mungkin merasa sesak, tapi ini merupakan proses pembersihan paru-paru. Di dalam usus, usus besar juga mulai bekerja maksimal.

Anda juga akan mengalami peningkatan energi, pikiran lebih jernih, dan merasa lebih baik. Selama puasa, proses penyembuhan tubuh sangat optimal. Ada hari ketika lidah mulai berwarna merah muda dan napas segar. Ini artinya proses detoksifikasi hampir selesai. Setelah hari ke-20 puasa, pikiran jadi lebih jernih. Keseimbangan emosional, memori, dan konsentrasi membaik.

Sistem imun tubuh juga akan meningkat dikarenakan saat kita berpuasa energi dialihkan dari sistem pencernaan lantaran tidak ada makanan yang diproses. Energi yang tidak terlalu besar dialihkan untuk hal lain sehingga mampu memicu meningkatnya sistem imun pada tubuh.

Pada minggu-minggu terakhir, tubuh orang berpuasa telah mampu beradaptasi dengan keadaan puasa. Hasil detoksifikasi membuat tubuh memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, membuang racun-racun di dalam tubuh, menyembuhkan luka lama dan membangun sel-sel baru.

Singkatnya, detoksifikasi meliputi hati, ginjal, paru-paru, usus besar, kelenjar getah bening, mengeliminasi sel-sel kulit mati, atau menetralisir racun. Proses ini berjalan cepat selama puasa, mengikuti tubuh yang membuang lemak-lemak. Zat-zat kimia dan racun yang diserap dari makanan dan lingkungan akan terbuang selama puasa. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here