Apakah Aman untuk Kesehatan Ibu dan Bayi saat Ibu Menyusui Berpuasa?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menyusui adalah proses alamiah yang secara tidak langsung telah mempererat ikatan batin antara anda dan bayi. Produksi air susu akan keluar setelah adanya rangsangan yang dikirim ke otak sehingga memicu timbulnya hormon prolaktin yang dapat merangsang sel-sel kelenjar payudara dalam proses produksi ASI. Tidak perlu terlalu khawatir, pada dasarnya puasa atau pun penurunan asupan kalori tidak akan mempengaruhi produksi ASI.

Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini hanya akan memengaruhi kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya. Tubuh mampu menyesuaikan caranya mengubah kalori untuk memproduksi ASI sehingga kuantitas dan kualitas ASI akan tetap terjaga walau Anda dalam keadaan lapar sekalipun. Namun, kelamaan membiarkan diri Anda kekurangan nutrisi saat sedang puasa tentu juga tidak baik.

Walaupun puasa membatasi waktu makan dan minum Anda, namun jika diatur dengan baik maka Anda bisa untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan untuk produksi ASI. Jika Anda kurang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selama menyusui saat puasa, maka yang rugi adalah diri Anda sendiri. Kuantitas dan kualitas ASI tidak terpengaruh dengan seberapa banyak makanan yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, menyusui saat puasa tentu tidak akan memengaruhi kesehatan bayi Anda.

Bayi Anda bisa tetap memeroleh semua nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh kembangnya. Tubuh Anda akan mengambil cadangan lemak dari tubuh jika jumlah lemak dari makanan tidak cukup untuk memproduksi ASI. Jadi, tetap perhatikan berapa banyak dan apa saja makanan yang Anda konsumsi saat puasa. Jangan sampai Anda mengalami penurunan berat badan saat puasa karena ini dapat berpengaruh pada jenis lemak yang terkandung dalam ASI.

Berikut ada beberapa tips bagi ibu menyusui saat puasa:

  • Studi menunjukkan bahwa selama berpuasa kandungan potasium, magnesium, dan zinc yang terkandung di dalam ASI dapat berkurang. Siasatilah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung ketiga nutrisi tersebut atau Anda bisa menambahkan suplemen. Pahami apa yang dirasakan oleh tubuh, jika merasa tidak enak badan, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Perhatikan asupan anda saat sahur. Pada saat ini, penting bagi Anda memerhatikan apa saja yang baik untuk Anda konsumsi. Karena makanan dan cairan yang Anda konsumsi saat sahur merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, sahur sangatlah penting. Adapun pilihan makanan yang baik untuk ibu menyusui antara lain adalah brokoli, bayam, katuk, telur, ikan salmon, daging tanpa lemak dan kacang merah. Ibu menyusui juga bisa menambahkan suplemen vitamin D saat sahur yang dikenal bagus untuk ibu menyusui.

Dianjurkan untuk mengonsumsi cairan secukupnya ketika sahur dan juga berbuka puasa untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa. Ibu menyusui juga disarankan minum lebih banyak pada saat sahur, meski nutrisi dan kalori juga tidak kalah penting. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi, seperti merasa haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering dan lainnya, disarankan segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here